Peningkatan Kasus HIV/AIDS Palembang: 194 Kasus, Fokus LSL
Gambar atau konten salah?
Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat peningkatan HIV/AIDS menjadi 194 kasus dalam empat bulan, dari Januari sampai April 2026. Angka ini terbagi menjadi 173 kasus HIV dan 21 kasus AIDS.
Yudhi Setiawan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, menjelaskan bahwa kenaikan ini tidak semata-mata karena penularan yang lebih cepat. Ia menyoroti peran skrining HIV yang semakin meluas di fasilitas kesehatan.
“Dari Januari sampai April 2026, berdasarkan data yang kami terima terdapat 194 kasus HIV/AIDS. Rinciannya, 173 kasus HIV, dan 21 kasus AIDS,” kata Yudhi pada Selasa, 02 Juni 2026.
Menurutnya, fenomena peningkatan kasus HIV/AIDS sering terlihat di kota besar, termasuk Palembang. Setiap bulan, jumlah kasus baru terus bertambah. “Fenomena di kota besar seperti Palembang, kasus HIV setiap bulan ada penambahan. Baru empat bulan berjalan, data yang kami terima sudah mencapai 194 kasus HIV/AIDS,” ujarnya.
Yudhi menegaskan bahwa angka temuan yang tinggi tidak selalu berarti penularan yang lebih drastis. Ia menambahkan bahwa skrining HIV yang lebih luas membantu menemukan kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi.
“Bisa jadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah kasus yang ditemukan karena saat ini kegiatan skrining HIV semakin banyak dilaksanakan oleh petugas kesehatan. Dengan skrining yang lebih luas, maka kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi menjadi diketahui,” jelasnya.
Walaupun demikian, Dinkes Palembang tetap waspada terhadap faktor risiko yang dapat menambah penularan, khususnya perilaku seksual tidak aman. Yudhi menegaskan bahwa saat ini kasus HIV paling banyak ditemukan pada kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL). “Yang menonjol sekarang memang pada kelompok LSL atau sesama jenis laki-laki. Ini menjadi perhatian kami dalam program pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS,” ungkapnya.
Untuk menekan angka penularan, Dinkes Palembang mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan perilaku seks yang aman, tidak berganti-ganti pasangan seksual, serta menghindari hubungan seksual pranikah terutama bagi remaja,” tegasnya.
Masyarakat juga diminta tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan bila merasa memiliki faktor risiko. Yudhi menekankan pentingnya deteksi dini. “Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, kualitas hidup penderita HIV dapat tetap terjaga dan risiko penularan kepada orang lain bisa ditekan,” ujarnya.
Perlu dicatat bahwa peningkatan jumlah kasus lebih dipengaruhi oleh cakupan skrining yang lebih luas, bukan hanya peningkatan penularan. Pemerintah terus memfokuskan upaya pencegahan pada kelompok LSL dan edukasi perilaku seksual aman, sambil memperkuat akses pemeriksaan dan pengobatan bagi yang terdiagnosis.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
