Peringatan Dinkes Sumsel: Panas Ekstrem, Tingkatkan Hidrasi
Gambar atau konten salah?
Dinas Kesehatan Sumatera Selatan (Sumsel) mengingatkan warga tentang potensi cuaca panas ekstrem yang akan datang. Peringatan ini bertujuan menurunkan risiko penyakit akibat suhu tinggi.
"Cuaca panas ekstrem yang sebentar lagi terjadi di Sumsel tentu dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit," kata Kabid P2P Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, Selasa, 31 Maret 2026.
"Dalam kondisi ini penyakit yang sering muncul yaitu ruam panas, dehidrasi, keracunan makanan, sakit kepala dan migrain hingga, demam dan gangguan pada kulit," ia jelaskan.
"Untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut kami mengimbau kepada masyarakat. Agar memperbanyak minum air putih, konsumsi makanan sehat dan buah, batasi aktivitas di siang hari, juga simpan makanan agar tidak terkontaminasi bakteri," tambahnya.
"Apabila mengalami gejala yang mencurigakan segeralah periksakan diri ke fasilitas terdekat agar cepat untuk di tangani," ujarnya.
Sumsel berada di wilayah tropis, sehingga suhu tinggi sering terjadi. Suhu tinggi dapat memicu dehidrasi cepat. Pemerintah daerah juga mempersiapkan pusat pendingin.
Peringatan ini menekankan pentingnya hidrasi, pola makan sehat, dan kesadaran akan gejala panas. Warga diharapkan mengikuti saran agar kesehatan tetap terjaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
