Polda Sumsel Dorong Kolaborasi Penuh Tanggap Karhutla
Gambar atau konten salah?
Polda Sumatera Selatan menegaskan bahwa pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus melibatkan semua pihak, termasuk perusahaan yang memegang izin usaha lahan. Menurut Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, antisipasi karhutla wajib dilakukan karena dampaknya meluas ke banyak sektor.
"Karhutla bukan hanya persoalan api dan asap, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat, kesehatan publik, kelestarian lingkungan, aktivitas ekonomi, hingga citra daerah dan bangsa. Karena itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,"
Ucapannya muncul saat Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Polda Sumsel, Jumat, 22 Mei 2026. Rony menekankan bahwa sinergi lintas sektor penting untuk mendukung Program Asta Cita Presiden, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian untuk terus mengedepankan pendekatan humanis dan profesional. Langkah-langkah antisipasi di antara lain pemantauan hotspot secara berkala, patroli rutin di wilayah rawan kebakaran, serta edukasi persuasif kepada masyarakat.
"Tingkatkan langkah antisipasi melalui pemantauan hotspot secara berkala, manfaatkan teknologi dan sarana prasarana yang tersedia, lakukan patroli rutin di kawasan gambut dan wilayah rawan kebakaran lainnya, serta bangun komunikasi yang persuasif dan responsif dengan masyarakat,"
Selama apel, Polda Sumsel memberikan penghargaan kepada tiga perusahaan mitra APP Group di Sumsel: PT Bumi Mekar Hijai (BMH), PT Bumi Andalas Permai (BAP), dan PT Rimba Hutani Mas (RHM). Penghargaan ini diadakan dalam rangkaian kegiatan pelatihan penanggulangan karhutla Polda Sumsel yang berlangsung 20–22 Mei 2026 di Jakabaring Sport City, Palembang.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Soewarso menyatakan dukungan terhadap upaya efektif dan berkelanjutan yang dilakukan perusahaan anggota dalam mencegah dan mengendalikan karhutla. Ia berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat, dan masyarakat terus diperkuat.
Direktur Utama PT Bumi Mekar Hijau, Khafid Sudrajat, menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Ia mengatakan, "Penghargaan ini menjadi penyemangat kami untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak serta mengoptimalkan sumber daya perusahaan dalam upaya pencegahan dan antisipasi karhutla."
Sebagai mitra pemasok APP Group, Khafid menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan pendekatan Integrated Fire Management (IFM) yang berfokus pada empat pilar utama:
- Pencegahan
- Kesiapsiagaan
- Deteksi dini
- Respons cepat
Dalam pilar pencegahan, PT Bumi Mekar Hijau menjalankan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) sebagai bagian dari upaya konservasi hutan sekaligus pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Perusahaan juga memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung deteksi dini serta respons cepat selalu dalam kondisi siap digunakan dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Untuk pemantauan wilayah rawan kebakaran, PT Bumi Mekar Hijau memanfaatkan teknologi, patroli rutin, dan penguatan sistem pemantauan lapangan. Di bidang respons cepat, perusahaan mengintegrasikan zona patroli, pos pantau, peralatan pemadaman, tim reaksi cepat, serta perangkat komunikasi guna mempercepat pengendalian titik api.
Dengan langkah-langkah tersebut, Polda Sumsel dan mitra perusahaan berupaya menjaga keamanan, kesehatan, dan lingkungan di Sumatera Selatan. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi risiko karhutla, memastikan bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
