Polda Sumsel Gelar Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla
Gambar atau konten salah?
Polda Sumsel menggelar apel kesiapsiagaan penanganan karhutla pada Jumat, 22 Mei 2026 di halaman Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kota Palembang. Kegiatan ini bertujuan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang menjadi bencana tahunan di Provinsi Sumsel.
Acara tersebut menampakkan 453 personel gabungan, terdiri dari 338 personel Polri, 35 personel TNI, dan 35 personel BPBD, beserta unsur pendukung lainnya yang tergabung dalam sistem mitigasi terpadu karhutla Provinsi Sumsel.
Selama apel, Polda Sumsel menyiagakan sarana dan prasarana strategis. Dari kendaraan SAR terbatas milik Brimob, perlengkapan pemadaman lapangan, hingga dukungan operasional Direktorat Polairud, semua peralatan diperiksa secara langsung. Pemeriksaan tersebut memastikan kesiapan operasional bila terjadi kondisi darurat karhutla kapan saja.
"Wakapolda Sumsel Brigjen Rony Samtana menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen. Keselamatan masyarakat, kesehatan publik, dan kelestarian lingkungan adalah prioritas utama bangsa. Penanganan karhutla tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan harus terukur dan melibatkan seluruh elemen pemerintah, TNI, Polri, dan dunia usaha," katanya.
Menurut laporan operasional terpadu, capaian mitigasi karhutla di Sumsel menunjukkan hasil signifikan. Hingga Mei 2026, jumlah titik api berhasil ditekan menjadi 1.253 titik, turun drastis dibandingkan 2024 yang mencapai 11.786 titik. Sementara itu, total luas lahan terbakar juga berhasil ditekan hingga 182,53 hektare. Upaya tersebut didukung oleh pelaksanaan 6.892 kegiatan mitigasi proaktif yang digelar jajaran kepolisian bersama instansi terkait sejak awal tahun. Kegiatan tersebut meliputi patroli terpadu, edukasi masyarakat, pemasangan imbauan pencegahan, pemetaan titik rawan, hingga penguatan deteksi dini berbasis teknologi.
Dampak positif pengendalian karhutla terasa pada kondisi udara yang bersih, serta aktivitas transportasi darat, laut, dan udara berjalan normal. Seluruh personel diinstruksikan untuk terus mengedepankan langkah preventif dan edukatif kepada masyarakat, disertai penegakan hukum secara profesional terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara sengaja.
Selain itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu'min Wijaya memastikan kesiapan penuh seluruh jajaran kepolisian dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait mitigasi karhutla. "Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Polda Sumsel memastikan seluruh langkah mitigasi di lapangan berjalan terpadu. Polri tidak sekadar hadir sebagai penegak hukum, namun turut aktif merawat kelestarian Bumi Sriwijaya demi stabilitas dan ketahanan nasional yang kuat," imbuhnya.
Acara ini menegaskan komitmen Polda Sumsel dalam koordinasi lintas lembaga untuk menanggulangi kebakaran hutan. Hasil penurunan titik api dan luas lahan terbakar menunjukkan efektivitas kerja sama antara Polri, TNI, BPBD, dan pihak terkait. Keberhasilan ini juga mencerminkan peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi dan penegakan hukum yang konsisten.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
