Polisi Selidiki Kecelakaan Bus ALS Muratara, Saksi Fadli

Dian P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Polisi Selidiki Kecelakaan Bus ALS Muratara, Saksi Fadli

Gambar atau konten salah?

Muratara – Polisi masih melakukan penyidikan terkait kecelakaan bus ALS dengan tangki BBM di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, yang terjadi pada 06 Mei 2026. Insiden maut tersebut menewaskan 19 orang dan melukai 2 orang.

Di antara korban yang selamat adalah kernet bus ALS, M Fadli berusia 29 tahun, warga Kecamatan Ujut, Riau. Saat ini Fadli menjadi saksi kunci dalam proses penyidikan kasus tersebut.

Kasat Lantas Polres Muratara, AKP M Karim, menyatakan bahwa Fadli masih berada di Muratara dan belum diperbolehkan pulang ke Riau karena keterangannya masih dibutuhkan penyidik.

"Kernet bus ALS berstatus sebagai saksi kunci, dia masih di Muratara, tinggal di pool (agen resmi) ALS di daerah Singkut. Jadi kami masih melakukan pemeriksaan terhadapnya," ujar Karim pada 27 Mei 2026.

Karim menambahkan bahwa selama pemeriksaan berlangsung, Fadli bersikap kooperatif dan terus memenuhi panggilan penyidik.

"Ya kooperatif, kapan pun kita panggil dia datang. Besok saja ada panggilan lagi untuk saksi kunci, kita gali informasi‑informasi yang ketinggalan," tambahnya.

Polisi juga telah beberapa kali menggelar perkara bersama pihak terkait. Mereka sudah mendatangi saksi ahli di Universitas Sriwijaya (Unsri) dan melakukan koordinasi terkait penyidikan kecelakaan bus ALS.

"Kita juga sudah mendatangi saksi ahli di Universitas Sriwijaya (Unsri) dan melakukan koordinasi terkait penyidikan kecelakaan bus ALS pada Selasa (26 Mei 2026) kemarin," ujarnya.

Karim menjelaskan bahwa kasus masih berada dalam tahap penyidikan. Polisi belum menetapkan tersangka karena masih banyak saksi yang akan diperiksa.

"Untuk penetapan tersangka belum, itu masih terlalu dini karena masih banyak pihak dan saksi yang akan kita periksa. Nanti akan kita rilis lagi," tuturnya.

Peristiwa ini menegaskan pentingnya proses investigasi yang teliti, terutama ketika korban melibatkan korban jiwa dan luka-luka. Penyidikan masih berlangsung, dan pihak kepolisian menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Kecelakaan bus ALSMurataraPenyidikan polisiSaksi kunciKK 19 korbanTangki BBMUniversitas Sriwijaya

Komentar

Memuat komentar...