Prabowo Resmikan Lima Bendungan Sekaligus

Rini S. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Prabowo Resmikan Lima Bendungan Sekaligus

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka lima bendungan yang tersebar di lima provinsi berbeda. Acara peresmian utama berlangsung di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Empat bendungan lainnya diresmikan secara hybrid, yaitu Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali.

PT Brantas Abipraya (Persero) menyambut baik peresmian Bendungan Sidan di Bali dan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Menurut perusahaan pelat merah ini, keberadaan dua bendungan tersebut membuktikan keseriusan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan air, sekaligus mendukung visi Asta Cita menuju Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa pembangunan bendungan bukanlah sekadar proyek infrastruktur biasa. Lebih dari itu, ini adalah investasi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Presiden pun mengingatkan agar manfaat bendungan benar-benar sampai ke tangan petani.

"Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Jumat, 10 Juli 2027.

Sebagai kontraktor pelaksana, Brantas Abipraya berkomitmen mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan mutu dalam pembangunan kedua bendungan tersebut. Tujuannya jelas: memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan bahwa pembangunan bendungan bukan hanya soal menghadirkan infrastruktur fisik. Ini adalah upaya membangun fondasi kedaulatan bangsa dan negara.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menjelaskan bahwa pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

"Peresmian Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto merupakan wujud nyata kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air nasional. Infrastruktur bendungan tidak hanya menyediakan air bagi sektor pertanian, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat melalui penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kami bangga dapat menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur strategis yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang," ujar Dian.

Ia menambahkan, Brantas Abipraya akan terus menghadirkan karya konstruksi berkualitas sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan nasional.

"Brantas Abipraya berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kami percaya bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh, berdaya saing, serta mampu mencapai swasembada pangan sebagaimana menjadi salah satu prioritas dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia," tambahnya.

Sebagai BUMN konstruksi, Brantas Abipraya telah dipercaya mengerjakan berbagai proyek strategis nasional. Mulai dari sumber daya air, jalan dan jembatan, gedung, pelabuhan, hingga infrastruktur lainnya. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, perusahaan ini terus berinovasi dan menjaga kualitas konstruksi terbaik demi mendukung pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Melalui pembangunan Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto, Brantas Abipraya menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah. Mereka ingin menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya kokoh secara konstruksi, tetapi juga memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan. Semua ini demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Bendungan Sidan dirancang untuk memperkuat pasokan air bersih dan energi bersih. Bendungan setinggi 68 meter ini memiliki kapasitas 5,76 juta meter kubik. Fokus utamanya adalah menyuplai air baku sebesar 1,75 meter kubik per detik. Bendungan ini juga melayani irigasi seluas 9.598 hektare melalui jaringan sepanjang 123,19 kilometer, mereduksi banjir seluas 108 hektare, serta menghasilkan energi sebesar 8,08 megawatt.

Sementara itu, Bendungan Keureuto berfungsi menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian. Infrastruktur ini diharapkan meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan mengurangi risiko banjir dengan mereduksi banjir seluas 627 hektare. Bendungan ini juga memperkuat ketahanan pangan di wilayah Aceh dan sekitarnya. Air baku berkapasitas 650 liter per detik akan dialirkan ke Kecamatan Paya Bakong, Tanah Luas, Pirak Timu, Matang Kuli, dan Lhoksukon di Kabupaten Aceh Utara. Selain itu, bendungan ini memiliki potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Apung berkapasitas 179 megawatt dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 6,3 megawatt.

Kelima bendungan yang diresmikan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat infrastruktur dasar. Fokusnya bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada dampak jangka panjang bagi ketahanan pangan dan air. Dengan adanya bendungan-bendungan ini, diharapkan produktivitas pertanian meningkat, risiko banjir berkurang, dan pasokan air bersih serta energi terbarukan lebih terjamin. Semua ini sejalan dengan target swasembada pangan dan pembangunan berkelanjutan yang menjadi prioritas nasional.

bendunganketahanan panganinfrastrukturperesmianAsta Citaswasembada panganirigasi

Komentar

Memuat komentar...