Puasa Tarwiyah Hari 8 Dzulhijjah, Lebih Pahala di Idul Adha

Lina F. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Puasa Tarwiyah Hari 8 Dzulhijjah, Lebih Pahala di Idul Adha

Gambar atau konten salah?

Hari Raya Idul Adha dipenuhi dengan suka cita, tidak hanya bagi jemaah haji yang menunaikan ibadah di Mina, tetapi juga bagi umat Islam di seluruh dunia yang memanfaatkan momen ini untuk menambah pahala melalui puasa sunnah. Salah satu puasa yang sangat dianjurkan adalah puasa Tarwiyah, yang dirancang khusus pada hari kedelapan bulan Dzulhijjah.

Tarwiyah merupakan hari di mana jamaah haji menunaikan sholat Zuhur, Asar, Maghrib, Isya, dan Subuh di Mina. Pada hari ini, mereka tidak meninggalkan Mina hingga matahari terbit di Hari Arafah. Bagi yang tidak berhaji, hari ini menjadi kesempatan emas untuk melaksanakan puasa sunnah. Menurut penetapan awal Dzulhijjah, 1 Dzulhijjah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, 8 Dzulhijjah atau hari Tarwiyah bertepatan pada Senin, 25 Mei 2026. Puasa dapat dimulai sejak sahur pada malam 24 Mei 2026 dan berakhir dengan berbuka pada fajar 25 Mei 2026.

Berikut beberapa keutamaan puasa Tarwiyah yang sering disebutkan:

  • Penghapusan dosa – Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Syekh Al‑Ishfahani dan Ibnu An‑Najjar, disebutkan bahwa puasa Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun, sedangkan puasa di Hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun. “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun.” Meski hadis ini tergolong dhaif, ulama mengizinkan amalan ini untuk memperoleh keutamaannya.
  • Disukai Allah SWT – Hadis dari Ibnu Abbas RA menyatakan bahwa tidak ada perbuatan yang lebih disukai Allah SWT dibandingkan perbuatan yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. “Tidak ada perbuatan yang Iebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selamanya atau menjadi syahid,” (HR Bukhari).
  • Menjalankan Sunnah Rasulullah SAW – Puasa pada 8 Dzulhijjah merupakan bagian dari sunnah bagi yang tidak berhaji. Amalan ini dianjurkan karena dapat menghapus dosa-dosa kecil dan memberikan pahala yang besar.
  • Menjaga kesehatan lahir dan batin – Menurut buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa karya Ali Amrin Al‑Qurawy, puasa secara fisik memberikan kesehatan prima. Selama puasa Arafah, organ tubuh beristirahat, sehingga pada hari berikutnya tubuh akan pulih dan sehat.

Puasa Tarwiyah dimulai dengan niat. Menurut NU Online, niat puasa dapat dilakukan pada malam hari hingga terbitnya fajar. Pembacaan niat boleh dilakukan sebelum matahari terbit atau pada waktu zuhur. Berikut bacaan lengkap niat puasa Tarwiyah yang dapat dilafalkan pada malam 24 Mei 2026 hingga fajar 25 Mei 2026:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: “Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah ta'ala.”

Dengan niat yang tulus dan hati yang khusyuk, ibadah puasa sunnah ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi pelakunya. Selamat menjalankan puasa Tarwiyah dan semoga setiap pahala yang diperoleh menjadi amal yang terus mengalir. Puasa Tarwiyah, yang dirancang pada hari kedelapan Dzulhijjah, menawarkan kesempatan bagi umat Islam untuk menambah pahala, menghapus dosa, dan memperoleh kesehatan fisik serta spiritual. Dengan mengikuti hadits-hadits yang mendukung dan melaksanakan niat yang benar, setiap pelaku puasa dapat merasakan manfaat yang luas.

Idul AdhaPuasa TarwiyahDzulhijjahHari ArafahPenghapusan DosaSunnah RasulullahKesehatan Fisik

Komentar

Memuat komentar...