Pusri Palembang Edukasi Pupuk Tepat, Tingkatkan Hasil Panen
Gambar atau konten salah?
Pusri Palembang, yang merupakan bagian dari holding PT Pupuk Indonesia (Persero), kini menempatkan edukasi penggunaan pupuk tepat sebagai inti strategi mereka. Tujuannya adalah meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.
Menurut Rustam Effendi, VP Komunikasi & Administrasi Korporat Pusri, edukasi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menumbuhkan pemahaman petani tentang praktik pemupukan yang benar. Ia menegaskan, “Pusri tidak hanya berfokus pada penyediaan pupuk, tetapi juga berkomitmen memberikan edukasi kepada petani agar memahami pentingnya pemupukan berimbang. Dengan penggunaan pupuk yang tepat, diharapkan produktivitas meningkat dan kualitas hasil panen menjadi lebih optimal,” katanya.
Program edukasi ini dilengkapi dengan penyediaan produk pupuk NPK Pusri yang dirancang khusus untuk berbagai jenis tanaman dan kondisi lahan. Produk-produk tersebut meliputi NPK 15-15-15, NPK 17-6-25, serta varian khusus seperti NPK untuk kopi dan kelapa sawit. Setiap produk memiliki kandungan hara yang seimbang, granul yang seragam, dan mudah diaplikasikan di berbagai kondisi tanah.
Pupuk majemuk ini mengandung nitrogen (N), fosfat (P), dan kalium (K) dalam komposisi yang seimbang. Ketiga unsur tersebut berperan penting dalam memaksimalkan pertumbuhan tanaman. Nitrogen memacu pertumbuhan daun dan batang serta meningkatkan kandungan klorofil untuk proses fotosintesis. Fosfat merangsang perkembangan akar, mempercepat pembungaan, dan mendukung metabolisme energi tanaman. Kalium meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit, memperkuat batang, serta meningkatkan kualitas hasil panen seperti buah dan biji.
Produk ini, kata dia, juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara oleh tanaman, sehingga mampu memperkuat sistem perakaran, meningkatkan hasil panen, serta menjaga kualitas tanah dalam jangka panjang.
Dalam praktiknya, pemupukan NPK dilakukan secara bertahap sesuai fase pertumbuhan tanaman. Pada fase awal, yaitu sekitar 7‑14 hari setelah tanam (HST), pupuk diberikan untuk merangsang pertumbuhan akar. Selanjutnya, pada fase 25‑30 HST, pemupukan lanjutan dilakukan untuk mendukung pertumbuhan generatif seperti pembentukan bunga dan buah.
Dengan kombinasi edukasi berkelanjutan dan penyediaan produk pupuk berkualitas, Pusri optimistis dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia. 15 April 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
