Rehab Jembatan Kadilanggon, Pengalihan Jalur Kendaraan
Gambar atau konten salah?
Jembatan Kadilanggon di Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi, kini sedang direhab. Jalur kendaraan dari arah Klaten dan Gunungkidul dialihkan sementara.
Suryanto mengatakan, “Lalu lintas diputus total dialihkan ke jalan desa untuk kendaraan ringan, kita sedang menunggu ijin Polres.”
Ia menegaskan bahwa sosialisasi pelaksanaan pembangunan jembatan sudah dilakukan, termasuk rencana penambahan jembatan Gempol di selatan. Warga tidak ada masalah. Suryanto menambahkan, “Alhamdulillah warga mendukung. Rambu penutupan jalan dan jalur pengalihan sedang dilengkapi, secepatnya dipasang.”
Di lokasi, alat berat ekskavator menata area di sekitar sayap jembatan. Pagar pengaman jembatan dibongkar. Kendaraan roda dua masih bisa melintas karena badan jembatan belum dirobohkan. Rambu pembongkaran jembatan dipasang di simpang tiga Jalan Wedi-Bayat dan sekitarnya. Papan proyek menampilkan anggaran Rp 2,7 miliar. Sementara itu, jembatan Gempol di selatan Desa Kadilanggon belum dimulai.
Winarno, Sekdes Desa Kadilanggon, menyatakan bahwa alat berat sudah diterjunkan meskipun badan jembatan belum dirobohkan. Ia mengajak masyarakat mencari jalur alternatif. “Jalur alternatif untuk kendaraan roda empat ke arah Gunungkidul (Clongop) bisa lewat simpang empat masjid Jami Kecamatan Wedi ke selatan, lewat Jogoprayan Gantiwarno. Dari Gunungkidul juga sebaliknya,” jelasnya.
Untuk kendaraan roda dua, Winarno menjelaskan: “Dari Gunungkidul roda dua juga bisa (lewat Kadilanggon-Kaligayam). Tapi juga bisa lewat Desa Karangturi ada jembatan kecil atau lewat Jogoprayan ke masjid Jami Kecamatan Wedi.”
Ia menambahkan bahwa masyarakat yang biasa lewat dari Gunungkidul atau Klaten sudah cukup familiar dengan jalur alternatif. Sosialisasi akan berlanjut hingga bulan Oktober.
V Retno Setyaningsih, Camat Gantiwarno, mengonfirmasi bahwa surat pemberitahuan sudah diterima. Jalur alternatif dapat lewat wilayahnya. “Dari Gunungkidul bisa lewat Desa Karangturi ke kiri, Jogoprayan ke kanan lewat jembatan merah tembus Kecamatan Wedi. Begitu pun dari Klaten sebaliknya,” jelasnya.
Sejak Maret 2026, warga telah menanam pohon pisang dan menancapkan poster di jalan penghubung Klaten-Gunungkidul, dari Desa Pasung sampai Desa Kadilanggon. Langkah ini sebagai protes atas kerusakan jalan berat.
Kerusakan pertama terlihat di ruas Desa Pasung ke selatan. Di depan gapura masuk Desa Kadilanggon, sebatang pohon pisang ditanam di ujung jembatan yang ambles. Di pagar jembatan yang hampir satu meter, poster protes dipasang. Di dekat Pasar Gempol, dua pohon pisang juga ditanam di tengah jalan dengan poster ditancapkan. Semakin ke selatan, warga menambah pohon lainnya.
“Ini rusak berat sudah lama karena tol ambil tanah dari Clongop, dari Sampang dan Gunung Cilik (wilayah Kabupaten Gunungkidul). Itu jembatan sampai rusak parah,” ungkap Hadi Siswoyo, seorang warga.
Rehabilitasi Jembatan Kadilanggon menimbulkan detour dan keterlibatan masyarakat, sementara protes atas kerusakan jalan menyoroti kebutuhan pemeliharaan infrastruktur. Proyek, dengan anggaran Rp 2,7 miliar, masih dalam tahap awal, dan otoritas lokal sedang koordinasi jalur alternatif bagi pengendara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rusa Sriwedari Curi Makanan, Rencanakan Penangkaran
Kebakaran Pabrik Olahan Laut PT Dua Putra di Pati Belum Padam
Duta Besar Prancis Kunjungi Pos Pengamatan Merapi di Magelang
Sepeda Motor Vario Hilang di Halaman SMAN 1 Ceper, Klaten
Kirab 1 Suro 2026 di Solo: Polresta Siapkan 540 Personil
Menteri Agama Kunjungi Pondok Pesantren Girikusumo Demak
Berita Terbaru
Marc Marquez Raih Pole, Menang Sprint Race Hungaria MotoGP
Polda Lampung Gratis Operasi Katarak bagi 250 Warga
Wali Kelas Berikan Catatan Penuh Semangat Saat Kelulusan
Shibuya Terapkan Denda Rp225.700 untuk Sampah Sembarangan
Nyeri Pinggang Pasca Aktivitas: Bukan Selalu Saraf Kejepit
Mathew Baker Debut 17 Tahun, Rekor Termuda Timnas Indonesia
Italia Gagal Piala Dunia 2026, Kalah di Adu Penalti Bosnia
Kelas AI Builder: Bangun Website Profesional Rp150k
