Rumor Harga Pertamax Naik 17.000 Rp, Tidak Resmi di Media

Nurul H. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 140 dibaca
Bisik.id
Rumor Harga Pertamax Naik 17.000 Rp, Tidak Resmi di Media

Gambar atau konten salah?

Rumor tentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai beredar sejak tanggal 30 Maret 2026. Di platform X, sebuah foto menampilkan harga Pertamax yang seolah‑olah melonjak hingga Rp 17.000 per liter. Foto tersebut memicu perdebatan di kalangan masyarakat.

Menurut laporan, gambar tersebut menunjukkan harga Pertamax “menembus Rp 17.000”. Meskipun begitu, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Pertamina maupun pemerintah. Banyak orang bertanya, apakah kenaikan ini akan benar‑benar terjadi pada tanggal 1 April 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Laode Sulaeman, menanggapi kabar tersebut. Ia mengatakan, “Untuk BBM Nonsubsidi kita tunggu 1 April saja ya,” ujar Laode kepada media. Ia menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan pada saat ini. Meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah masih memicu ketidakpastian, harga BBM subsidi diprediksi akan tetap stabil. Ia juga menambahkan bahwa pasokan BBM akan aman dan memadai.

PT Pertamina (Persero) menyatakan bahwa belum ada keputusan resmi mengenai perubahan harga BBM. Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan, “Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujar Baron kepada media pada Senin, 30 Maret 2026.

Baron mengimbau masyarakat untuk menyaring informasi di internet dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi. Ia mengingatkan agar publik mengikuti pembaruan harga BBM secara resmi melalui situs www.pertamina.com. Perubahan harga BBM biasanya diumumkan di awal bulan, tepat pada tanggal 1. Jadi, bagi yang penasaran, menunggu pengumuman resmi pada 1 April 2026 adalah cara yang paling aman.

Bagaimana sebenarnya harga BBM ditentukan? Harga BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia. Harga jualnya ditetapkan oleh perusahaan pengelola BBM—seperti Pertamina, Shell, Vivo, dan BP—dan kemudian dilaporkan ke Menteri Energi. Sementara itu, BBM jenis khusus penugasan, seperti Pertalite, memiliki harga jual eceran yang ditetapkan langsung oleh pemerintah. Harga solar yang masih disubsidi juga diatur oleh pemerintah, sehingga tidak dipengaruhi langsung oleh harga minyak dunia.

Berikut ini daftar harga BBM nonsubsidi pada tanggal 31 Maret 2026, yang masih berlaku hingga pengumuman baru pada 1 April 2026. Daftar ini dikutip dari laporan industri:

  • Pertamina
    • Pertamax: Rp 12.300/liter
    • Pertamax Turbo: Rp 13.100/liter
    • Pertamax Green 95: Rp 12.900/liter
    • Dexlite: Rp 14.200/liter
    • Pertamina Dex: Rp 14.500/liter
  • Shell
    • Shell Super: Rp 12.390/liter
    • Shell V‑Power Diesel: Rp 14.620/liter
  • BP
    • BP 92: Rp 12.390/liter
    • BP Ultimate: Rp 12.920/liter
    • BP Ultimate Diesel: Rp 14.620/liter
  • Vivo
    • Vivo Revvo 92: Rp 12.390/liter
    • Vivo Revvo 95: Rp 12.930/liter
    • Vivo Diesel Primus: Rp 14.610/liter

Harga-harga di atas masih berlaku sampai pengumuman resmi pada 1 April 2026. Jika terjadi perubahan, semua pihak—baik pembeli maupun penjual—akan diberitahu melalui saluran resmi. Karena itu, menunggu pengumuman resmi adalah langkah paling bijaksana.

Secara keseluruhan, meski rumor tentang kenaikan harga BBM nonsubsidi beredar luas, belum ada bukti resmi yang mendukung klaim tersebut. Pemerintah dan Pertamina menekankan bahwa harga BBM subsidi tetap stabil, dan harga nonsubsidi akan diumumkan secara resmi pada tanggal 1 April 2026. Untuk informasi yang akurat, selalu cek situs resmi Pertamina.

BBMKenaikan hargaPertaminaLaode SulaemanRumor1 April 2026Pertamax

Komentar

Memuat komentar...