Sofa Merah Besar Tergeletak di Sungai Sekanak, Evakuasi
Gambar atau konten salah?
Di tepi Sungai Sekanak, tepat di depan Hotel Arista Palembang, sebuah sofa berukuran besar berwarna merah tergeletak, menghalangi aliran air. Petugas Dinas Kebersihan segera menanggapi, mengevakuasi sofa tersebut dari sungai.
Menurut petugas, sofa ini terperangkap di aliran sungai yang tidak terlalu besar, namun berpotensi menimbulkan penyumbatan dan banjir jika tidak segera diangkat. “Begitu ditemukan, langsung kita evakuasi. Ini jelas mengganggu aliran air dan sangat berbahaya wajar banjir kemarin saat hujan ternyata terjadi penyumbatan karena sofa itu,” ujar salah satu petugas kebersihan di lokasi, Selasa (7 April 2026).
Reaksi warga pun datang dengan cepat. Iksan, seorang penduduk setempat, mengekspresikan kemarahannya. “Pelaku ini tidak berpikir. Sungai Sekanak ini tidak besar, tapi dibuang sofa sebesar itu. Bisa bikin mampet aliran air,” katanya.
Wisnu, warga lain di sekitar sungai, menambahkan kritik. “Tidak ada otaknya pelaku yang buang sofa ke sungai. Ini bukan sampah kecil, ini besar sekali. Sangat merugikan,” ujarnya.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, turut menanggapi kejadian tersebut. Ia menilai masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan, terutama benda berukuran besar. “Sangat disayangkan kejadian seperti ini. Sofa bukan barang yang seharusnya dibuang ke sungai. Ini jelas merusak lingkungan,” kata Dewa.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya menjaga sungai dari pencemaran dan penyumbatan. “Mari kita sama-sama menjaga alam. Kalau kita jaga alam, maka alam juga akan menjaga kita. Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya itu sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Peristiwa ini menegaskan bahwa perilaku membuang sampah sembarangan masih menjadi masalah serius di perkotaan. Selain merusak estetika, tindakan tersebut berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir akibat tersumbatnya aliran air. Sofa yang tergeletak di Sungai Sekanak menjadi contoh nyata bagaimana kebersihan lingkungan dapat terancam oleh tindakan sederhana yang tidak dipikirkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
