Sultan Muda Sumsel: 9.500 Wirausaha, Kurangi Pengangguran

Yanto K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Sultan Muda Sumsel: 9.500 Wirausaha, Kurangi Pengangguran

Gambar atau konten salah?

Program 100.000 Sultan Muda terus dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Sejak diluncurkan, program ini bertujuan menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di wilayah tersebut melalui pengembangan wirausaha muda.

Hingga pertengahan 2026, program tersebut sudah berhasil menampung 9.500 anak muda yang aktif di berbagai sektor usaha. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengungkapkan hal ini pada Rapat Paripurna DPRD Sumsel yang memperingati HUT Sumsel ke-80 pada 18 Mei 2026.

100.000 Sultan Muda bukan angka yang tidak mungkin atau impossible. Alhamdulillah sekarang posisinya sudah berada di angka 9.500 anak muda yang bergerak di berbagai sektor usaha,” ujar Gubernur Deru.

Gubernur menjelaskan bahwa istilah “Sultan” sengaja dipilih sebagai pembeda dari label “Saudagar” yang biasa dipakai di Sulawesi Selatan. Ia mencontohkan potensi program ini melalui pengamatannya langsung di lapangan. “Jika satu wirausaha muda mampu mengoperasikan lima unit usaha dan mempekerjakan lima orang, maka dampaknya akan sangat masif terhadap pengurangan pengangguran,” jelasnya.

Dengan mengalikan 9.500 wirausaha muda yang sudah aktif dengan rata-rata lima pekerja per unit, maka sektor ini sudah mengurangi hampir 50.000 tingkat pengangguran terbuka di Sumatera Selatan. “Jika 9.500 yang ada sekarang dikalikan lima pekerja saja, berarti dari sektor itu kita sudah mengurangi hampir 50.000 tingkat pengangguran terbuka di Sumsel,” tambahnya.

Program ini juga sudah menembus pasar ekspor internasional. Produk berbasis limbah, seperti arang dari batok kelapa dan sabut kelapa, rutin dikirim ke negara tujuan seperti Tiongkok hingga Prancis. Hal ini menunjukkan daya juang para Sultan Muda Sumsel.

Untuk memaksimalkan pembinaan, Pemprov Sumsel bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka menyediakan satu lantai khusus sebagai wadah pusat kegiatan, yaitu Sultan Muda Center di gedung OJK.

Saya meminta para Bupati dan Wali Kota untuk ikut memotivasi anak-anak muda kita di daerah agar menjadi mandiri. Jika kembali ke dapil, bawa anak muda potensial ke Sultan Muda Center di gedung OJK untuk dikembangkan,” tutup Gubernur Deru.

Program ini menunjukkan langkah konkret pemerintah provinsi dalam mengurangi pengangguran melalui pemberdayaan wirausaha muda. Dengan dukungan lembaga keuangan dan akses pasar ekspor, potensi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan semakin terbuka.

Program 100.000 Sultan MudaPemerintah Provinsi Sumatera SelatanPengangguran TerbukaWirausaha MudaSultan Muda CenterOJKEkspor Internasional

Komentar

Memuat komentar...