Sumatera Selatan: 7 Daerah Masih Belum Siaga Karhutla

Lia N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
Sumatera Selatan: 7 Daerah Masih Belum Siaga Karhutla

Gambar atau konten salah?

Musim hujan di Sumatera Selatan hampir berakhir, namun masih ada tujuh daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum menentukan status siaga. Hingga 25 Mei 2026, hanya lima kabupaten yang sudah menaikkan status, yaitu Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, dan Muara Enim.

Pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat 12 wilayah masuk kategori rawan karhutla. Selain lima kabupaten yang sudah siaga, daerah lain yang masih belum menaikkan status antara lain Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, dan OKU Selatan.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sumsel, Sudirman, mengajak semua daerah rawan karhutla untuk segera menetapkan status siaga menjelang musim kemarau 2026. “Kita terus mendorong agar daerah rawan karhutla lainnya segera menetapkan status siaga. Kita juga sudah sampaikan secara langsung kepada BPBD daerah‑daerah tersebut,” ujarnya pada Senin (25 Mei 2026).

Sudirman menekankan bahwa penetapan status siaga dianggap penting sebagai upaya antisipasi menghadapi potensi kebakaran saat musim kemarau. Ia juga menyebut bahwa Pemprov Sumsel sudah melakukan penetapan siaga. “Mungkin ada yang merasa masih hujan, jadi belum menetapkan status siaga karhutla. Padahal, penetapan siaga ini penting sebagai antisipasi dan kesiapan dini menghadapi bencana tahunan karhutla sejak dini,” tambahnya.

Pak Menko Polkam juga mengingatkan pada apel siaga nasional di Sumsel beberapa waktu lalu bahwa 12 daerah rawan karhutla di Sumsel harus segera menaikkan status. “12 daerah rawan karhutla di Sumsel agar segera menaikkan status,” ungkapnya.

Menurut laporan harian, wilayah Muratara mencatat karhutla seluas 53,2 hektare. Muba mengalami kebakaran seluas 9,2 hektare dan Lahat 6 hektare.

BMKG memperkirakan akhir Mei ini seluruh wilayah Sumsel akan memasuki musim kemarau, dengan puncak kemarau diprediksi pada Agustus 2026. Pantauan hotspot menunjukkan, selama 1‑24 Mei, tercatat 256 titik kebakaran, naik drastis dibandingkan April yang hanya 150 titik.

Penetapan status siaga dimaksudkan agar pemerintah daerah dapat mempercepat mobilisasi personel, sarana prasarana, serta dukungan anggaran dalam penanganan karhutla. Selain itu, koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, BPBD, hingga perusahaan perkebunan dapat dilakukan lebih optimal.

Dengan kondisi ini, kesiapan daerah rawan karhutla menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi kebakaran yang meningkat seiring berjalannya musim kemarau di Sumatera Selatan.

Sumatera Selatankarhutlastatus siagaBPBD SumselOgan Komering IlirBMKGhotspot

Komentar

Memuat komentar...