Sumatera Selatan Catat 181 Kasus HIV/AIDS Januari-Februari

Andi B. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 112 dibaca
Bisik.id
Sumatera Selatan Catat 181 Kasus HIV/AIDS Januari-Februari

Gambar atau konten salah?

Di Sumatera Selatan, pencatatan kasus HIV/AIDS pada periode Januari‑Februari 2026 mencatat 181 orang terdiagnosis. Dari jumlah tersebut, 139 orang terinfeksi HIV dan 42 orang lainnya terdiagnosis AIDS. Kota Palembang menempati posisi teratas dengan 85 kasus, terbagi 64 kasus HIV dan 21 kasus AIDS.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, “Total kasus HIV/AIDS di Sumsel sebanyak 181 orang, dengan 139 orang di antaranya HIV dan 42 orang lainnya AIDS. Berdasarkan sebaran wilayahnya, jumlah kasus di Palembang paling banyak dengan 85 orang. Terdiri dari 64 kasus HIV dan 21 kasus AIDS,” ujar Ira pada 14 April 2026.

Selain Palembang, kota Lubuklinggau mencatat 10 kasus. Di daerah lain, OKU, OKI, Muara Enim, Musi Banyuasin, dan OKU Timur masing-masing melaporkan 5 kasus. Ogan Ilir mencatat 4 kasus, sedangkan Banyuasin dan Musi Rawas masing-masing 3 kasus. Lahat dan Pagar Alam mencatat 2 kasus setiap satu, dan Empat Lawang serta Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masing-masing 1 kasus.

“OKU Selatan dan Musi Rawas Utara dilaporkan belum ditemukan kasus baru pada periode ini,” tambah Ira. Ia menekankan bahwa perilaku seksual berisiko tetap menjadi faktor utama penyebaran HIV/AIDS di wilayah tersebut.

Untuk menanggulangi penyebaran, Dinkes Sumsel telah meluncurkan beberapa inisiatif. Program perluasan layanan klinik untuk tes dan pengobatan HIV telah dijalankan, sementara mobile klinik berperan menjangkau populasi kunci yang sulit diakses. Kerja sama lintas sektor dengan instansi terkait dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) juga dipertingkatkan. LSM bertugas menjangkau populasi kunci dan mendampingi orang dengan HIV. Selain itu, edukasi dan sosialisasi HIV/AIDS disebarluaskan kepada masyarakat umum dan anak sekolah, bekerja sama dengan puskesmas, serta distribusi logistik berupa reagen dan obat untuk program HIV.

Kesimpulannya, meski jumlah kasus menurun di beberapa daerah, upaya preventif dan layanan kesehatan tetap menjadi fokus utama Dinkes Sumsel untuk menekan penyebaran HIV/AIDS.

HIV/AIDSSumatera SelatanPalembangDinkes SumselKlinik mobileLSMEdukasiPenularan

Komentar

Memuat komentar...