Sumatera Selatan Catat 63 Karhutla, PALI dan Muara Enim

Rudi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 96 dibaca
Bisik.id
Sumatera Selatan Catat 63 Karhutla, PALI dan Muara Enim

Gambar atau konten salah?

Selama periode 01 Januari 2026 hingga 26 Mei 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat 63 kejadian kebakaran hutan dan lahan—yang dikenal dengan istilah karhutla—di sebelas wilayah di provinsi tersebut. Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Muara Enim menjadi daerah dengan frekuensi paling tinggi.

Menurut Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, “wilayah yang paling banyak mengalami karhutla berada di PALI dan Muara Enim.” Ia menambahkan bahwa di PALI terdapat 21 kejadian karhutla, sedangkan Muara Enim mencatat 12 kejadian. “Dua daerah ini terdata paling banyak terjadi karhutla terhitung sejak Januari‑26 Mei 2026,” jelas Sudirman pada Kamis, 28 Mei 2026.

Distribusi kejadian di PALI tersebar di beberapa kecamatan. Kecamatan Abab dan Penukal masing‑masing mencatat 6 kejadian. Talang Ubi menempati posisi ketiga dengan 5 kejadian, Tanah Abang 3, dan Penukal Utara 1. Di Muara Enim, Lembak dan Gelumbang masing‑masing 3 kejadian, Kelekar dan Rambang Niru 2, serta Lubai dan Rambang masing‑masing 1.

Selain dua kabupaten utama, masih ada 9 daerah lain yang mengalami karhutla di Palembang. Palembang sendiri mencatat 6 kejadian, Ogan Ilir dan Muratara masing‑masing 5, Prabumulih 4, Muba dan OKU 3, Mura 2, Banyuasin dan OKI masing‑masing 1.

Dalam hal penanganan, Sudirman menyebut bahwa lima daerah sudah menetapkan status siaga karhutla. Daerah-daerah tersebut adalah OKI, Ogan Ilir, Muba, Banyuasin, dan Muara Enim. “Selain 5 daerah itu, di tingkat provinsi kita juga sudah menaikkan status siaga dan melaksanakan apel sebagai antisipasi dan pencegahan bencana karhutla tahun ini. Kita juga sudah mendorong wilayah‑wilayah rawan karhutla untuk menaikkan status siaga,” tambahnya.

Data luas lahan yang terbakar juga telah dikumpulkan. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, menyatakan bahwa pada Januari‑April 2026 luas karhutla di Sumatera Selatan mencapai 182,54 hektare. Ia menegaskan bahwa angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 dan 2025. “Luas karhutla pada Januari‑April 2026 di Sumsel berdasarkan hasil analisa citra satelit oleh Kemenhut, BRIN dan Kementerian Lingkungan Hidup mencapai 182,54 hektare,” ujar Ferdian pada Kamis, 28 Mei 2026.

Analisis citra satelit mengidentifikasi delapan daerah yang mengalami karhutla. Musi Rawas Utara (Muratara) menempati posisi tertinggi dengan luas 53,2 hektare. Selanjutnya, karhutla di Musi Banyuasin (Muba) seluas 33,1 hektare, Muara Enim 31,9 hektare, Ogan Ilir 27,5 hektare, OKI 20 hektare, Banyuasin 9,4 hektare, dan OKU Selatan 1,4 hektare.

Data ini menegaskan bahwa meski jumlah kejadian menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, intensitas kebakaran tetap tinggi di beberapa wilayah. Peningkatan status siaga dan apel di tingkat provinsi diharapkan dapat memperkecil dampak karhutla di masa mendatang. Dengan informasi ini, pihak berwenang dapat lebih fokus pada daerah rawan dan menyiapkan langkah mitigasi yang tepat.

karhutlaBPBD Sumatera SelatanPALIMuara Enimstatus siagaluas lahan terbakarcitra satelit

Komentar

Memuat komentar...