Sumatera Selatan Catat 723 Kasus Dengue, 4 Kematian
Gambar atau konten salah?
Di Sumatera Selatan, data kesehatan menegaskan bahwa sejak awal tahun hingga akhir Maret 2026, 723 kasus demam berdarah dengue (DBD) tercatat, menimbulkan 4 kematian. Potensi peningkatan kasus masih tinggi, terutama karena wilayah masih sering mengalami hujan.
“Sepanjang Januari-Maret 2026, DBD di Sumsel tercatat sebanyak 723 kasus dengan 4 kematian. Tertinggi DBD ditemukan di Kota Palembang dengan 268 kasus dengan tiga pasien meninggal dunia,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumatera Selatan Ira Primadesa, Rabu (1/4/2026).
Di luar Palembang, angka DBD tetap signifikan. Ogan Ilir mencatat 66 kasus, Lubuklinggau 59, Banyuasin 55, Muara Enim 53, OKU Selatan 48, OKI 30, Musi Banyuasin 29, Musi Rawas 26, Musi Rawas Utara 25, Lahat 23, Penukal Abab Lematang Ilir 15, Prabumulih 10, OKU Timur 8, Ogan Komering Ulu 4, Empat Lawang 2, dan Pagar Alam 1 kasus.
Untuk menekan angka tersebut, Dinkes Sumsel meluncurkan program vaksinasi dengue yang melibatkan 7.500 siswa SD di Palembang. Dari jumlah tersebut, 5.000 siswa sudah menerima vaksin. Program ini menargetkan kelompok usia 6‑10 tahun di 60 sekolah dasar, karena data tujuh tahun terakhir menunjukkan 41 % kematian akibat dengue terjadi pada usia 5‑14 tahun.
“Langkah ini juga merupakan intervensi langsung untuk mengejar target Zero Dengue Death pada tahun 2030,” tambah Ira Primadesa.
Selain vaksinasi, Dinkes Sumsel menegaskan upaya pemberantasan sarang nyamuk melalui pembersihan tempat air, pemeliharaan ikan pemakan jentik, dan fogging. Pengendalian juga didukung pengembangan Wolbachia, yang dapat menurunkan kesakitan dengue hingga 77 % dan hospitalisasi hingga 86 %, serta meningkatkan imunisasi dengue.
“Kita tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi peningkatan kasus, terutama pada musim penghujan yang dapat mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti,” tutupnya.
Kesimpulannya, meski jumlah kasus DBD masih tinggi, Sumatera Selatan menerapkan strategi vaksinasi, pengendalian sarang, dan teknologi Wolbachia untuk menekan angka kematian, sambil tetap mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan selama musim hujan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
