Sumatera Selatan Rekam 166 Hotspot, 163 di Lahan Mineral

Sigit W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Sumatera Selatan Rekam 166 Hotspot, 163 di Lahan Mineral

Gambar atau konten salah?

31 Mei 2026 – Sistem pemantauan Sipongi mencatat 166 hotspot di Sumatera Selatan, tersebar di 14 wilayah. Dari total tersebut, 163 hotspot terdeteksi di lahan mineral, sementara 3 hotspot berada di lahan gambut.

“163 hotspot ini menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, pada 1 Juni 2026.

Data BPBD Sumsel menunjukkan hotspot paling banyak terdeteksi di kabupaten yang sudah lama rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabupaten dengan jumlah hotspot tertinggi adalah:

“3 hotspot yang terpantau di lahan gambut masing-masing berada di Banyuasin, Muba, dan Muratara,” tambah Sudirman.

Di wilayah lain, hotspot terpantau di bawah 10 titik. Hanya 3 daerah di Sumsel yang tidak terdeteksi hotspot: Palembang, Prabunulih, dan Pagar Alam.

Sudirman menegaskan lonjakan hotspot harus menjadi perhatian serius, mengingat Sumsel mulai memasuki musim kemarau. Kondisi cuaca panas dan curah hujan rendah dapat meningkatkan risiko karhutla.

Secara keseluruhan, jumlah hotspot pada bulan Mei ini naik menjadi 708 titik, lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, jelasnya.

BPBD Sumsel bersama instansi terkait terus memantau dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api dari hotspot terdeteksi. Langkah mitigasi termasuk peningkatan patroli di daerah rawan karhutla.

Sudirman mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan karhutla, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas bila menemukan indikasi kebakaran maupun titik api di lapangan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga agar tidak terjadi karhutla. Jika menemukan titik api atau asap, segera laporkan agar bisa ditangani lebih cepat,” tutusnya.

Jumlah hotspot yang tinggi menandakan kebutuhan akan upaya pencegahan dan respons cepat, terutama di daerah rawan kebakaran. Peningkatan patroli dan pelaporan masyarakat menjadi kunci untuk menurunkan risiko karhutla di Sumatera Selatan.

hotspotkarhutlaSumatera SelatanBPBD Sumsellahan gambutMusi Rawaspatroli

Komentar

Memuat komentar...