Sumsel Babel OJK Perkuat Layanan Aksesibel Disabilitas

Sinta R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 95 dibaca
Bisik.id
Sumsel Babel OJK Perkuat Layanan Aksesibel Disabilitas

Gambar atau konten salah?

Bank Sumsel Babel (BSB) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas akses layanan keuangan bagi semua lapisan masyarakat. Salah satu upaya terbaru mereka adalah memperkuat layanan perbankan bagi penyandang disabilitas di Sumatera Selatan.

Acara tersebut dinamakan Diseminasi Layanan Kantor Cabang BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung yang Aksesibel bagi Penyandang Disabilitas. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Cabang Jakabaring pada hari Rabu, 22 April 2026.

Program ini merupakan pelaksanaan Undang‑Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 22 Tahun 2023 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan. Kedua regulasi menegaskan pentingnya kesetaraan akses dan perlindungan bagi semua konsumen, termasuk penyandang disabilitas.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Sumsel Babel, Riera Ecorhynalda, menegaskan bahwa inklusi keuangan tidak hanya soal fasilitas fisik. Ia berkata, "Setiap nasabah berhak memperoleh pengalaman layanan yang setara dan bermartabat. Melalui penyediaan infrastruktur yang aksesibel serta penguatan kapasitas sumber daya manusia yang responsif, kami berkomitmen menghadirkan layanan perbankan yang inklusif dan berkeadilan," ujarnya.

Tito Adji Siswantoro, Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Selatan, menegaskan komitmen OJK untuk mendorong lembaga jasa keuangan agar menawarkan layanan inklusif, baik secara fisik maupun digital. Ia menambahkan, "Hal ini, kata dia, sejalan dengan penerapan pedoman SETARA (Sarana Ekonomi Tangguh dan Ramah) sebagai acuan dalam membangun ekosistem keuangan yang adil dan berkelanjutan."

Edwards Candra, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Ia menyatakan, "Sinergi antara pemerintah daerah, regulator, dan industri perbankan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan lebih merata dan berkelanjutan," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Bank Sumsel Babel berharap dapat meningkatkan standar layanan yang inklusif dan berorientasi pada nilai kemanusiaan. Tidak hanya di sektor perbankan, namun juga di berbagai sektor lain di Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung.

Perwakilan komunitas penyandang disabilitas mengungkapkan pengalaman positif mereka. Mereka menilai kemudahan akses layanan di BSB, mulai dari fasilitas gedung yang ramah disabilitas, layanan ATM bagi tunanetra, hingga penyederhanaan prosedur administrasi melalui alternatif pengganti tanda tangan.

Inisiatif ini menandai langkah konkret dalam memperluas inklusi keuangan di Indonesia, menegaskan bahwa akses layanan yang setara adalah hak semua orang, tanpa memandang kemampuan fisik.

Bank Sumsel BabelOJKInklusi keuanganPenyandang disabilitasSumatera SelatanAksesibilitasEkosistem keuangan

Komentar

Memuat komentar...