Sumsel Ganti Rendang Jadi Ayam/Ikan bagi Jemaah Haji 2026
Gambar atau konten salah?
Trisnawarman, kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, menegaskan bahwa menu rendang tidak akan disarankan bagi jemaah haji 2026 yang akan terbang. Menurutnya, rendang agak pedas dan dapat memicu sakit perut, sehingga jemaah sering harus ke toilet. “Rendang itu agak pedas, untuk penerbangan tidak direkomendasikan. Jadi diganti daging ayam atau ikan saja. Karena risiko rendang pedas itu bisa menyebabkan perut sakit, sehingga jemaah bisa sering ke toilet. Jadi menu dipilih yang lebih aman,” ujar Trisnawarman.
Keputusan ini muncul setelah PPIH Sumatera Selatan melakukan pengecekan menu di Asrama Haji pada 17 April 2024. PPIH, yang bertugas mengatur ibadah haji, menekankan pentingnya makanan yang aman bagi lambung jemaah selama penerbangan dan ibadah. “Jangan yang asam, terlalu asam, terlalu pedas, yang minuman bersoda dan sebagainya, itu tidak kita anjurkan. Tadi sudah beberapa kami sebutkan, ada yang baik walaupun ada cabai tapi tidak pedas, itu boleh,” katanya.
Trisnawarman menambahkan, “Tapi, menu makanan seperti rendang itu kan pedas, itu tidak kita anjurkan.” Ia menjelaskan bahwa penggantian lauk telah diusulkan untuk menjaga kesehatan jemaah. “Jadi, diganti daging ayam atau ikan saja untuk menunya nanti dan tidak pedas,” katanya.
Selain menu, pihak kesehatan juga mengimbau jemaah untuk membatasi konsumsi kopi. Mereka menyarankan minum susu, teh, atau air putih selama masa ibadah. “Membatasi aktivitas fisik berlebihan sebelum keberangkatan, jangan kurang tidur, makan dijaga, dan menjaga kesehatan,” tukasnya.
PPIH telah memulai pembinaan sejak dini melalui kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) bagi setiap jemaah. Kegiatan ini mencakup pengaturan aktivitas fisik, pola tidur, dan disiplin dalam mengonsumsi obat pribadi. Tujuannya agar tubuh jemaah tetap prima saat keberangkatan.
Langkah preventif ini bertujuan menghindari gangguan perut yang dapat mengganggu kenyamanan jemaah di dalam pesawat menuju tanah suci. Dengan mengganti rendang menjadi daging ayam atau ikan, serta membatasi makanan pedas, asam, dan minuman bersoda, pihak kesehatan berharap jemaah dapat menikmati perjalanan ibadah tanpa masalah kesehatan.
Secara keseluruhan, kebijakan ini menekankan pentingnya menu aman dan kebiasaan sehat bagi jemaah haji Sumatera Selatan, memastikan perjalanan mereka berlangsung lancar dan nyaman.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai