Sumsel Luncurkan 18.000 Ha Padi, Masuk Tiga Besar Nasional
Gambar atau konten salah?
Sumsel terus memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Gubernur Herman Deru mengungkapkan bahwa Sumsel telah menembus posisi tiga besar nasional dalam peningkatan produksi pangan.
Pemerintah Provinsi Sumsel tengah mengebut program cetak sawah baru. Program ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan daerah. Realisasi program mencapai 18.000 hektare dari target 38.000 hektare.
“Cetak sawah kita yang sudah selesai itu 18.000 hektare dari target 38.000 hektare. Itu sudah siap tanam, kemarin kita sudah launching di Banyuasin,” ujar Herman Deru, Senin (13 April 2026).
Deru optimistis penambahan luas tanam akan mendongkrak produktivitas pertanian Sumsel secara signifikan. Ia menambahkan, “Harapan kita ada peningkatan produksi lagi. Sekarang kita sudah masuk tiga besar nasional untuk peningkatan produksi,” tambahnya.
Selain perluasan lahan, Pemprov Sumsel juga bersiap menghadapi perubahan iklim, khususnya ancaman El Nino. Deru menekankan pentingnya manajemen pengairan disiplin. Ia berkata, “Mudah-mudahan dengan adanya kemungkinan El Nino menurut perkiraan ini, tidak mengganggu produksi kita. Yang penting tata kelola airnya terjaga,” pungkasnya.
Pemerintah optimistis bahwa kombinasi perluasan lahan cetak sawah dan manajemen air yang tepat akan menjaga posisi Sumsel di kancah nasional dan mempertahankan surplus pangan di tengah ketidakpastian iklim.
Sumsel terus memperluas lahan pertanian sambil menyiapkan sistem irigasi yang kuat, sehingga dapat mempertahankan peringkat tinggi dalam produksi pangan meski menghadapi risiko El Nino.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
