Sumsel Terapkan Vaksin Dengue, Anak Dapat Rp350.000

Rini S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 96 dibaca
Bisik.id
Sumsel Terapkan Vaksin Dengue, Anak Dapat Rp350.000

Gambar atau konten salah?

Di Sumatera Selatan, program vaksinasi dengue telah dimulai dengan langkah konkret: setiap anak yang menerima vaksin akan menerima uang kompensasi. Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Trisnawarman, menjelaskan bahwa dana tersebut berasal dari Takeda, perusahaan yang memberi hibah vaksin.

“Setelah dicek dan koordinasi ke Dinkes Kota Palembang dan FK UNSRI, kompensasi ini artinya anak yang divaksin mendapatkan uang Rp 350.000 dari Takeda sebagai pemberi hibah. Bukan diminta uang (sebaliknya),” ujar Trisnawarman pada 6 April 2026.

Ia menambahkan bahwa orang tua siswa juga berhak atas kompensasi tambahan. “Dapat Rp 50 ribu saat mengikuti sosialisasi,” katanya, menunjukkan upaya pemerintah untuk memotivasi partisipasi.

Program vaksinasi ini dibagi menjadi dua perlakuan: satu kelompok anak yang diambil darah dan satu lagi yang tidak. Selama tiga tahun ke depan, pihak Dinas akan memantau kedua kelompok tersebut. “Jadi bisa dibandingkan, yang dapat vaksin dan tidak mendapat vaksin. Kompensasinya dapat 350.000,” jelasnya.

Anak yang mendapatkan vaksin DBD dan tidak mendapatkan vaksin serta bersedia di pantau 3 tahun ke depan,” sambungnya, menekankan pentingnya data jangka panjang untuk menilai efektivitas vaksin.

Menurut Kabid P2P Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, vaksinasi DBD di Sumatera Selatan sudah mulai dilakukan sejak 1 November 2025 dan terus berjalan hingga saat ini. “Vaksinasi DBD di Sumsel sudah mulai dilakukan dari bulan November 2025 kemarin, sudah di launching juga oleh pak gubernur di awal tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa uang transportasi yang diberikan kepada peserta merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan partisipasi. “Setiap anak akan mendapatkan uang transportasi, uang ini di dapat dari para pemberi hibah,” katanya.

Menurutnya, insentif tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas tenaga dan waktu yang telah dihabiskan. “Tujuannya adalah sebagai bentuk kompensasi atas tenaga dan waktu karena sudah meluangkan waktu untuk datang ikut kegiatan tersebut,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan menaruh harapan besar terhadap pelaksanaan vaksinasi DBD sebagai langkah efektif dalam mengendalikan penyebaran penyakit. “Dinkes Provinsi Sumatera Selatan memiliki harapan besar terhadap vaksin DBD (Dengue Hemorrhagic Fever) untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini,” ungkapnya.

Untuk mendukung keberhasilan program, Dinkes Sumsel juga menggandeng berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan sektor swasta. “Kami berkolaborasi dengan UNSRI, UI, dan Takeda untuk mewujudkan program pengendalian DBD yang efektif,” tambahnya.

Ia berharap, melalui program ini, Sumatera Selatan dapat menjadi contoh nasional dalam pengendalian DBD serta menciptakan generasi muda yang lebih sehat. “Harapannya, Sumatera Selatan dapat menjadi contoh nasional dalam pengendalian DBD dan menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan terlindungi,” pungkasnya.

Program ini menandai langkah penting pemerintah daerah dalam memerangi dengue, dengan kombinasi vaksin, kompensasi, dan monitoring jangka panjang. Melalui kolaborasi lintas sektor, Sumatera Selatan berupaya menjadi pionir dalam upaya kesehatan masyarakat di Indonesia.

Vaksinasi DBDTakedaKompensasiSumatera SelatanDinkesUNSRIMonitoring 3 tahunPemerintah daerah

Komentar

Memuat komentar...