Tahun Baru Islam 1448 H: 1 Muharram 16 Juni 2026 Diperingati
Gambar atau konten salah?
1 Muharram 1448 H menandai dimulainya Tahun Baru Islam 2026 M. Umat Islam di seluruh dunia menghitung mundur menuju tanggal tersebut, yang jatuh pada 16 Juni 2026. Jika mulai menghitung dari 5 Juni 2026, masih tersisa sebelas hari sebelum perayaan.
Perubahan tahun dalam kalender Hijriah tidak dimulai pada matahari terbit, melainkan pada saat matahari terbenam atau saat waktu Maghrib. Karena itu, pergantian tahun 1448 H terjadi pada 15 Juni 2026 saat waktu Maghrib tiba. Selanjutnya, 1 Muharram 1448 H menjadi hari libur nasional sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri. Tidak ada cuti bersama, sehingga libur berlangsung hanya pada 16 Juni 2026.
Sejarah penetapan Tahun Baru Islam bermula sekitar enam tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA (634 M–644 M), pada 638 M Gubernur Irak Abu Musa Al-Asy'ari mengusulkan kepada Khalifah Umar agar umat Islam memiliki penanggalan resmi. Umar menyetujui usulan tersebut dan mengundang para sahabat Nabi untuk bermusyawarah. Setelah mempertimbangkan berbagai usulan, akhirnya disepakati bahwa penanggalan Islam dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW.
Ali kemudian mengemukakan tiga alasan utama dari kesepakatan tersebut. Pertama, Al-Qur’an banyak menyebutkan penghargaan Allah SWT kepada orang-orang yang berhijrah. Kedua, hijrah Nabi SAW dari Mekkah ke Madinah menjadikan masyarakat Islam menjadi berdaulat dan mandiri. Ketiga, umat Islam diharapkan memiliki semangat hijrah sebagai simbol perubahan dan kemajuan. Berdasarkan pertimbangan ini, Umar menetapkan tahun hijrah Rasulullah SAW sebagai tahun pertama dalam penanggalan Islam. Sejak saat itu, kalender umat Islam disebut Tarikh Hijriah.
Ustaz Adi Hidayat, dalam video berjudul “Makna Tahun Baru Hijriah dan Rahasia Bulan Al‑Muharram” di kanal YouTubenya, menekankan bahwa penetapan tahun Hijriah bukan sekadar pergantian tanggal. Ia menjelaskan bahwa hijrah berarti meninggalkan sesuatu yang buruk menuju hal yang lebih baik. Dalam hadits Nabi SAW, hijrah juga dipahami sebagai meninggalkan perbuatan yang tidak disukai Allah dan Rasul-Nya menuju segala hal yang direstui. Artinya, siapa pun yang mampu beralih dari perbuatan yang tidak disukai Allah dan Rasul-Nya menuju sesuatu yang diridhai-Nya, maka ia telah berhijrah. Hijrah menjadi simbol perubahan menuju kebaikan, baik dalam perilaku, ucapan, maupun cara hidup secara keseluruhan.
Ustaz Adi Hidayat juga menerangkan bahwa segala perbuatan yang dilarang oleh Allah secara umum disebut Muharram, yang artinya diharamkan atau dilarang. Mulai dari berkata buruk, mendengar hal yang tidak pantas, hingga berbuat dosa, semuanya termasuk dalam kategori Muharram. Karena itu, bulan Muharram bukan hanya menandai pergantian tahun, melainkan mengandung pesan penting. Jika ingin memulai tahun dengan benar, mulailah dengan meninggalkan semua yang dilarang karena itulah makna hijrah yang sejati.
Dengan demikian, hitung mundur menuju 1 Muharram 1448 H tidak hanya sekadar menunggu tanggal baru. Ia mengingatkan umat Islam akan sejarah hijrah, nilai perubahan, dan pentingnya menjauhi perbuatan yang tidak disukai Allah. Pada 16 Juni 2026, umat Islam di seluruh dunia akan menyambut Tahun Baru Islam dengan kesadaran akan makna hijrah dan semangat memperbaiki diri.
Perayaan ini menegaskan kembali bahwa Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian waktu, melainkan panggilan untuk terus beralih dari hal-hal buruk menuju kebaikan, sesuai dengan nilai-nilai yang telah ditetapkan sejak zaman Khalifah Umar bin Khattab.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Status PIP Juni 2026 & Panduan Aktivasi Rekening
Puasa 1 Muharram 1448 H: Jadwal dan Niat di 16 Juni 2026
Jadwal Puasa Sunnah Bulan Muharram 2026 Awal Tasu'a Asyura
Juni 2026: 2 Hari Merah, 4 Akhir Pekan & Cuti Bersama
05 Juni 2024: Lingkungan, Laut, Penerbangan, Terima Kasih
Konversi Tanggal Juni 2026: Dzulhijjah 1447 ke Muharram 1448
Berita Terbaru
