Tiga Jemaah Haji Sumatera Selatan Dirawat di Tanah Suci
Gambar atau konten salah?
Trisnawarman, kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, mengabarkan bahwa tiga jemaah haji asal Sumatera Selatan sedang dirawat di rumah sakit di Tanah Suci. Mereka sakit setelah keberangkatan dan masih menjalani perawatan dengan pengawasan ketat tim medis.
“Ada tiga orang yang sakit dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit di sana (Tanah Suci). Nanti kalau sudah sehat dan kondisi memungkinkan, bisa kembali melanjutkan rangkaian ibadah,” ujarnya.
Jemaah yang berada di Madinah dan Makkah dipantau secara berkala. Tim medis mengirimkan laporan kesehatan secara rutin agar penanganan cepat bila ditemukan gangguan, terutama karena sebagian besar jemaah masuk kategori risiko tinggi.
Menurut M. Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah RI, kesiapan layanan kesehatan menjadi perhatian utama pemerintah, baik sebelum keberangkatan maupun saat jemaah berada di Tanah Suci.
“Tim kesehatan sangat serius, artinya kalau memang tidak layak, tidak diberangkatkan. Saya sangat mendukung itu,” katanya. Ia menambahkan, “Alhamdulillah semuanya baik, ada kendala sedikit, tapi bisa ditangani dengan baik.”
Edward Candra, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, menegaskan bahwa pengawasan kesehatan jemaah sudah dilakukan ketat sejak di Asrama Haji Palembang. Beberapa jemaah harus menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan belum memenuhi syarat.
“Kalau tidak memenuhi syarat, ya tidak diberangkatkan. Ini bagian dari upaya memastikan jemaah sehat, aman, dan bisa menjalankan ibadah dengan lancar,” ujarnya.
Di Tanah Suci, aktivitas jemaah tetap berjalan sesuai tahapan. Sebagian melaksanakan arbain di Masjid Nabawi, sementara yang lain telah bergeser ke Makkah untuk menjalankan umrah wajib.
Pemerintah berharap, dengan pengawasan ketat serta penanganan cepat terhadap jemaah yang sakit setelah tiba di Tanah Suci, seluruh jemaah asal Sumatera Selatan dapat menjalankan ibadah dengan lancar hingga kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.
Situasi ini menegaskan pentingnya koordinasi antara otoritas kesehatan di Indonesia dan di Tanah Suci, serta peran kritis tim medis dalam memastikan keselamatan jemaah selama perjalanan ibadah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
