Titik Panas Sumsel Naik 117 per Hari, Risiko Karhutla

Hari W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Titik Panas Sumsel Naik 117 per Hari, Risiko Karhutla

Gambar atau konten salah?

Jumlah titik panas di Sumatera Selatan kembali melonjak. Sebelumnya, pada akhir bulan Mei, wilayah ini mencatat 81 titik, yang menjadi rekor tertinggi sepanjang tahun. Namun, data terbaru menunjukkan peningkatan menjadi 117 titik per hari.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman menegaskan bahwa kenaikan ini menandai eskalasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia berkata, “Terjadi peningkatan signifikan angka hotspot pada beberapa hari di akhir Mei ini. Hal ini seiring dengan masuknya musim kemarau di seluruh wilayah Sumsel.”

Perubahan ini terjadi di tengah cuaca panas dan curah hujan yang menurun di banyak daerah. Sudirman menambahkan, “Peningkatan itu harus menjadi perhatian seluruh pemerintah daerah, terutama wilayah yang selama ini rawan terjadi karhutla.”

Hingga 30 Mei 2026, tercatat sebanyak 542 titik panas yang terpantau di Sumsel. Angkanya melonjak signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, ujar Sudirman.

Data bulanan menunjukkan: Januari 75 titik, Februari 54 titik, Maret 107 titik, dan April 150 titik. Total hotspot sepanjang tahun ini terpantau di 928 titik. Wilayah dengan jumlah tertinggi adalah Lahat (209 titik), Muara Enim (179 titik), dan Musi Banyuasin (110 titik).

Sudirman berharap pemerintah daerah yang rawan karhutla segera menetapkan status siaga. Status tersebut akan mempersiapkan pemda dalam pencegahan dan penanganan, mengingat beberapa wilayah sudah mengalami karhutla.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan asap atau titik api di sekitar hutan dan perkebunan. Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api di sekitar kawasan hutan dan perkebunan di wilayahnya.

Dengan peningkatan hotspot yang terus bertambah, langkah pencegahan dan koordinasi antar lembaga menjadi kunci untuk mengurangi risiko kebakaran di Sumatera Selatan.

titik panasSumatera Selatankarhutlamusim kemarauBPBD Sumselhotspotpencegahan kebakaran

Komentar

Memuat komentar...