Trump Tegaskan Blokade Selat Hormuz: AS Seperti Bajak Laut

Endah K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 96 dibaca
Bisik.id
Trump Tegaskan Blokade Selat Hormuz: AS Seperti Bajak Laut

Gambar atau konten salah?

Sabtu 2 Mei 2026, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa kebijakan blokade di Selat Hormuz memberi keuntungan bagi negaranya. Ia mengatakan blokade tersebut membuat AS “seperti bajak laut”.

Acara tersebut berlangsung di negara bagian Florida. Trump menegaskan bahwa Washington telah mengambil alih kargo dan minyak milik Iran sebagai bagian dari kebijakan tersebut. Ia berkata: "Kami mengambil alih kargo. Mengambil alih minyak, bisnis yang sangat menguntungkan. Siapa yang menyangka, kami seperti bajak laut, tetapi kami tidak sedang bermain-main," kata Trump.

Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai respons atas tindakan Iran yang selama ini memanfaatkan Selat Hormuz sebagai alat tekanan. Trump menambahkan: "Selat Hormuz sebagai senjata selama bertahun-tahun, mereka mengatakan akan menutupnya. Jadi, mereka menutupnya, lalu saya menutupnya untuk mereka," tuturnya.

Situasi ini terjadi di tengah proses perundingan antara AS dan Iran. Trump mengaku meragukan kemungkinan tercapainya kesepakatan. Ia menyatakan: "Sejujurnya, mungkin lebih baik kita tidak membuat kesepakatan sama sekali," katanya, namun kemudian mengklaim bahwa situasi ini tidak dapat dilanjutkan.

Konflik antara kedua negara memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Langkah tersebut memicu respons Teheran terhadap sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz.

Upaya meredakan ketegangan sempat dilakukan melalui gencatan senjata yang diumumkan pada 8 April dengan mediasi Pakistan. Pembicaraan lanjutan digelar di Islamabad pada 11-12 April, namun belum menghasilkan kesepakatan. Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata secara sepihak tanpa menetapkan batas waktu baru, atas permintaan Pakistan.

Sementara itu, laporan menyebutkan pemerintahan AS tengah berupaya membentuk koalisi internasional guna memulihkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Sejak 13 April, AS juga memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan aktivitas pelayaran Iran di jalur tersebut.

Keputusan Trump menegaskan posisi AS dalam konflik maritim ini, menyoroti ketegangan yang terus berlanjut di Teluk. Dengan blokade dan perundingan yang belum menghasilkan kesepakatan, situasi di Selat Hormuz tetap menjadi fokus utama bagi kebijakan luar negeri AS dan hubungan regional.

Donald TrumpSelat HormuzblokadeASIranminyakkargoTeluk

Komentar

Memuat komentar...