Trump Tegaskan Iran Keadaan Kolaps Minta Buka Selat Hormuz

Tika M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Trump Tegaskan Iran Keadaan Kolaps Minta Buka Selat Hormuz

Gambar atau konten salah?

Donald Trump mengungkapkan bahwa Iran mengklaim kondisi internal negaranya sedang Keadaan Kolaps. Pernyataan tersebut muncul saat upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik di Teluk mengalami kebuntuan. Trump menyampaikan hal itu lewat unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, pada Selasa, 28 April 2026.

“Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam ‘Keadaan Kolaps’. Mereka ingin kami ‘Membuka Selat Hormuz’ sesegera mungkin, karena mereka mencoba mencari solusi untuk situasi kepemimpinan mereka (yang saya yakini akan dapat mereka lakukan). Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!,” tulis Trump.

Sejauh ini belum ada kejelasan mengenai cara Iran menyampaikan pesan tersebut kepada pihak Amerika Serikat. Pernyataan Trump datang di tengah kebuntuan dalam negosiasi, di mana Presiden AS tidak puas dengan proposal terbaru dari Teheran.

Iran mengajukan usulan menunda pembahasan program nuklir hingga perang berakhir, sekaligus menyelesaikan sengketa pengiriman barang di kawasan Teluk. Sementara itu, Trump menuntut isu nuklir dibahas sejak awal proses negosiasi, sebagaimana diberitakan oleh seorang pejabat AS yang mengetahui pertemuan Trump dengan para penasihatnya pada Senin, 27 April 2026.

Kesepakatan nuklir Iran dengan Amerika Serikat dan sejumlah negara lain pada 2015 sebelumnya membatasi secara ketat program nuklir Teheran, yang diklaim untuk tujuan damai. Namun, kesepakatan tersebut berakhir setelah Trump menarik diri secara sepihak pada masa jabatan pertamanya.

Di sisi lain, pemerintah Iran menegaskan perlunya jaminan keamanan sebelum memastikan stabilitas kawasan Teluk. Menurut laporan AFP, Selasa, 28 April 2026, pernyataan itu disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani.

Dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang digagas oleh Bahrain pada Senin, 27 April, sejumlah negara mengecam langkah Iran yang mengambil alih kendali atas Selat Hormuz, jalur strategis distribusi minyak dunia. Menanggapi hal itu, Iravani menegaskan bahwa stabilitas kawasan hanya dapat terwujud jika agresi terhadap Iran dihentikan dan disertai jaminan keamanan yang jelas.

“Stabilitas dan keamanan yang langgeng di Teluk Persia dan kawasan yang lebih luas hanya dapat dicapai melalui penghentian agresi yang berkelanjutan dan permanen terhadap Iran yang dilengkapi dengan jaminan yang kredibel untuk tidak terulangnya serangan dan penghormatan penuh terhadap hak dan kepentingan kedaulatan Iran yang sah,” tegas Iravani di hadapan Dewan Keamanan PBB.

Situasi ini menyoroti ketegangan antara kepentingan strategis di Selat Hormuz dan upaya menegosiasikan program nuklir Iran. Perubahan posisi kedua belah pihak menunjukkan bahwa penyelesaian konflik masih jauh dari jangkauan, sementara keamanan regional tetap menjadi isu utama bagi negara-negara di kawasan Teluk.

Donald TrumpIranSelat Hormuzprogram nuklirTeluk PersiaPBBkeamanan regional

Komentar

Memuat komentar...