Trump Terbongkar Panggilan Iran Buka Selat Hormuz Syarat

Dani L. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
Trump Terbongkar Panggilan Iran Buka Selat Hormuz Syarat

Gambar atau konten salah?

Donald Trump mengklaim pada 29 April 2026 bahwa ia menerima panggilan dari Iran untuk membuka Selat Hormuz. Klaim tersebut muncul di platform media sosial miliknya, Truth Social, dan dilaporkan oleh Reuters serta Al Arabiya English.

Di unggahan tersebut, Trump menyatakan, “Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam 'Keadaan Kolaps'. Mereka ingin kami 'Membuka Selat Hormuz' sesegera mungkin, karena mereka mencoba mencari solusi untuk situasi kepemimpinan mereka (yang saya yakini akan dapat mereka lakukan!). Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!

Namun, tidak ada rincian lebih lanjut tentang bagaimana Iran menghubungi Trump atau cara pesan tersebut disampaikan. Informasi tersebut tetap tidak jelas.

Situasi perang di kawasan Teluk masih terhenti. Trump tidak sedang menanggapi proposal dari Teheran yang menuntut penundaan pembahasan program nuklir hingga konflik selesai dan penyelesaian sengketa pengiriman barang dari Teluk. Seorang pejabat AS yang diberi pengarahan tentang pertemuan Trump dengan penasihatnya menyatakan bahwa Trump ingin isu nuklir ditangani sejak awal.

Di sisi lain, Iran menegaskan perlunya jaminan kredibel agar serangan AS dan Israel tidak terulang. Pada 28 April 2026, Amir Saeid Iravani, Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyampaikan hal tersebut dalam sesi Dewan Keamanan PBB yang digagas oleh Bahrain. Ia menegaskan, “jaminan yang kredibel untuk tidak ada lagi serangan di masa mendatang sangat dibutuhkan untuk mencapai stabilitas di kawasan.”

Di pertemuan di markas besar PBB pada 27 April, puluhan negara mengutuk Iran karena mengambil alih kendali atas Selat Hormuz. Iravani menegaskan, “Stabilitas dan keamanan yang langgeng di Teluk Persia dan kawasan yang lebih luas hanya dapat dicapai melalui penghentian agresi yang berkelanjutan dan permanen terhadap Iran yang dilengkapi dengan jaminan yang kredibel untuk tidak terulangnya serangan dan penghormatan penuh terhadap hak dan kepentingan kedaulatan Iran yang sah,” kata Iravani di hadapan Dewan Keamanan.

Perkembangan ini menyoroti ketegangan yang masih berlangsung di Teluk. Klaim Trump tentang panggilan dari Iran menambah lapisan ketidakpastian, sementara upaya diplomatik di PBB belum menghasilkan solusi yang memuaskan bagi semua pihak.

Donald TrumpSelat HormuzIranPBBTeluk PersiaDiplomasiNuklirKetegangan

Komentar

Memuat komentar...