Tujuh Kota Tertua Indonesia: Dari Palembang ke Bau-Bau

Ani R. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 138 dibaca
Bisik.id
Tujuh Kota Tertua Indonesia: Dari Palembang ke Bau-Bau

Gambar atau konten salah?

Indonesia akan merayakan 81 tahun kemerdekaan pada bulan Agustus mendatang. Namun sebelum itu, banyak kota di nusantara sudah berdiri jauh lebih lama, menorehkan jejak sejarah yang panjang.

Kota Palembang menjadi contoh paling jelas. Dikenal sebagai Kota Pempek, Palembang dulu menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya, salah satu kerajaan maritim terbesar di wilayah Nusantara. Berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang, Palembang resmi dibentuk sebagai wanua—yang kemudian diartikan sebagai kota—pada 01 Juni 682 Masehi. Dengan demikian, pada tahun ini kota ini berusia 1.344 tahun, menandai keberadaannya jauh sebelum munculnya kerajaan-kerajaan besar lainnya.

Kota Salatiga juga memiliki sejarah yang kaya. Menurut data dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Salatiga, asal usul kota ini dapat ditelusuri melalui Prasasti Plumpungan di Dukuh Plumpungan, Kelurahan Kauman Kidul. Prasasti tersebut menegaskan bahwa Salatiga telah berdiri sejak 24 Juli 750 Masehi. Sejak itu, tanggal tersebut dijadikan hari jadi kota. Pada masa kolonial, Salatiga dikenal dengan julukan De Schoonste Stad van Midden-Java atau “Kota Terindah di Jawa Tengah”. Tahun ini, kota tersebut akan berusia 1.276 tahun.

Selanjutnya, Kota Kediri di Provinsi Jawa Timur masuk dalam daftar. Berdasarkan Prasasti Kwak yang ditemukan pada tahun 1892, Kediri resmi ditetapkan sebagai kota pada 27 Juli 750 Masehi. Kota ini sering disebut dengan julukan kota tahu karena tradisi produksi tahu yang sudah lama. Pada tahun ini, Kediri akan berusia 1.147 tahun.

Di Jawa Tengah, Kota Magelang menempati posisi berikutnya. Menurut Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 6 Tahun 1989, hari jadi kota ini jatuh pada 11 April 907 Masehi. Magelang dikenal dengan julukan tuin van Java atau “taman indah dari Jawa”. Keindahan alamnya menarik banyak pendaki, mulai dari Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, hingga Gunung Sumbing. Pada tahun ini, Magelang resmi berusia 1.120 tahun, menjadikannya kota keempat tertua di Indonesia.

Bergerak ke ujung barat, Kota Banda Aceh memiliki sejarah Islam yang sangat penting. Kota ini dibangun oleh Sultan Johan Syah pada 01 Ramadan 601 Hijriah atau 22 April 1205. Pada tahun ini, Banda Aceh berusia 821 tahun. Selain menjadi kota Islam tertua di Indonesia, Banda Aceh juga dikenal sebagai Serambi Makkah karena peranannya dalam penyebaran Islam di wilayah tersebut.

Di sisi timur, Kota Surabaya terkenal dengan julukan Kota Pahlawan. Hari jadi Surabaya ditetapkan pada 31 Mei 1923, bertepatan dengan kemenangan pasukan Majapahit atas pasukan Kerajaan Mongol. Untuk memperingati hari jadi, logo Hut Kota Surabaya ke-733 resmi diluncurkan. Logo tersebut menampilkan siluet burung Garuda Pancasila yang dipadukan dengan angka 733, menandai usia kota pada tahun ini. Slogan yang muncul bersuara, “PANCASILA KUAT, SURABAYA HEBAT”.

Terakhir, Kota Bau-Bau terletak di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Kota ini resmi berstatus kota sejak 21 Juni 2001 berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2001. Namun, wilayah ini sudah ada jauh sebelum menjadi kota. Bau-Bau diyakini sebagai pusat Kerajaan Buton (Wolio) yang berdiri sejak awal abad ke-15, dengan tanggal berdirinya sering dikaitkan pada 17 Oktober 1541. Jika dihitung dari hari ini, usia Kota Bau-Bau diperkirakan mencapai sekitar 485 tahun. Sebagai daerah otonom, usianya baru menginjak 25 tahun.

Daftar ini menampilkan tujuh kota tertua di Indonesia, dengan Palembang memegang posisi pertama. Setiap kota membawa warisan budaya dan sejarah yang berbeda, namun semua menunjukkan betapa lama manusia telah menetap dan berkembang di tanah Indonesia. Mengetahui asal usul kota-kota ini memberi kita perspektif tentang perjalanan panjang bangsa ini, dari kerajaan maritim hingga kota modern yang kini menjadi pusat ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan. Dengan sejarah yang kaya, kota-kota ini tetap menjadi bagian penting dari identitas nasional, mengingatkan kita bahwa masa lalu dan masa kini saling terkait dalam membentuk masa depan Indonesia.

PalembangSriwijayaSalatigaKediriMagelangBanda AcehSurabaya

Komentar

Memuat komentar...