UI Tandatangani Kerja Sama Global Reach, Target Peringkat 100 Dunia
Gambar atau konten salah?
Di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin ketat, pengakuan internasional menjadi kunci bagi reputasi sebuah universitas. Pada 07 Mei 2023, Universitas Indonesia (UI) menandatangani perjanjian kerja sama Program Global Reach bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Acara tersebut diadakan di Ruang Sidang Gedung Rektorat Kampus UI Depok dan dihadiri oleh Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, serta jajaran wakil rektor dan direktur di lingkungan UI.
Prof. Heri menyatakan, “Kerja sama ini menjadi momentum penting bagi UI untuk memperkuat kontribusi akademik Indonesia di panggung global. Melalui Global Reach, kami ingin memastikan bahwa hasil riset dan inovasi UI tidak hanya bermanfaat bagi bangsa, tetapi juga diakui secara internasional, sehingga menjadi katalis yang mengakselerasi langkah UI menuju peringkat 100 besar dunia.”
Dalam penjelasannya, Prof. Heri menambahkan bahwa UI sedang menyiapkan ekspansi dengan membuka kantor perwakilan di Shanghai dan Shenzhen, Tiongkok. Langkah ini menunjukkan tekad UI untuk memfasilitasi mahasiswa dan peneliti Tiongkok agar melanjutkan studi di Indonesia, khususnya di UI. Ia juga menegaskan bahwa inisiatif ini memperlihatkan komitmen UI sebagai kampus pionir pelaksana Program Global Reach.
Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti, Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., menguatkan dukungan pemerintah. Ia berkata, “UI kami dorong menjadi kampus flagship Indonesia. Dengan Global Reach, UI tidak hanya memperkuat posisinya di tingkat internasional, tetapi juga menjadi katalis bagi kampus-kampus lain di Indonesia untuk ikut maju.”
Dr. Ayom Widipaminto, Direktur Fasilitasi Riset Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), menambahkan, “Suntikan dana abadi penelitian yang kami berikan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset dan mempercepat akselerasi UI menuju peringkat 100 dunia.”
Prof. Yuni Krisyuningsih, Direktur Perencanaan dan Kinerja UI, menjelaskan rencana penggunaan dana Rp100 miliar dari LPDP. Dana tersebut akan dikelola selama 18 bulan dengan sistem audit berkala untuk memastikan akuntabilitas. Sekitar 70 persen dari total dana difokuskan pada kegiatan penelitian yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan peneliti asing, dengan target menghasilkan publikasi internasional bereputasi tinggi. Sisanya diarahkan untuk pengembangan talenta akademik melalui program sabbatical, visiting professor, serta kolaborasi dengan universitas mitra internasional.
Prof. Yuni menekankan, “Skema pendanaan ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat atmosfer riset UI, tetapi juga untuk memastikan hasil penelitian berkontribusi pada reputasi global kampus dan mendukung positioning UI dalam peta persaingan universitas dunia.”
Di tengah situasi ini, Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam hal daya saing global. Dalam IMD World Competitiveness Ranking 2025, Indonesia turun dari peringkat 34 menjadi 47, terutama akibat lemahnya kapasitas inovasi, kualitas infrastruktur, dan efisiensi birokrasi. Sementara itu, dalam Global Innovation Index (GII), Indonesia juga mengalami penurunan dari peringkat 54 pada tahun 2024 menjadi 55 pada tahun 2025, mencerminkan kurangnya kuantitas input riset meski output publikasi dan paten meningkat.
Data tersebut menunjukkan bahwa riset dan publikasi internasional belum sepenuhnya menjadi motor penggerak daya saing nasional. Melalui Global Reach, UI berkomitmen memperkuat pengakuan riset, inovasi, dan publikasi di mata dunia dengan mengimplementasikan skema knowledge to impact pipeline. Mekanisme ini memastikan hasil penelitian tidak berhenti pada tahap publikasi, tetapi berlanjut menjadi solusi nyata yang berdampak pada masyarakat, industri, dan kebijakan publik.
Program Global Reach merupakan bagian dari Program Semesta Kemdiktisaintek, yang berfokus memperluas jangkauan internasional riset dan publikasi Indonesia. Dengan dukungan ini, UI tidak hanya memperkuat atmosfer riset internasional di kampus, tetapi juga menegaskan perannya sebagai katalis peningkatan peringkat Indonesia dalam World University Rankings.
Penandatanganan perjanjian ini menegaskan kesiapan UI untuk maju sebagai kampus unggul dan kolaboratif, menghadirkan solusi atas tantangan global melalui riset, pendidikan, dan inovasi yang berdampak nyata, sekaligus mempercepat langkah dari ranking 189 menuju 100 besar universitas dunia.
Keseluruhan inisiatif ini menandai langkah strategis UI dalam memperkuat posisi di panggung akademik global, sekaligus menanggapi kebutuhan nasional akan peningkatan daya saing melalui riset dan publikasi internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
