Uji Coba CFD Palembang 3 Mei: Penutupan Jembatan Ampera

Dwi H. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 121 dibaca
Bisik.id
Uji Coba CFD Palembang 3 Mei: Penutupan Jembatan Ampera

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kota Palembang, lewat Dinas Perhubungan Kota Palembang, akan menggelar uji coba car free day (CFD) pada 3 Mei 2026. Kegiatan ini dirancang untuk mengukur seberapa efektif penutupan arus lalu lintas di Jembatan Ampera dan sekaligus menyiapkan skema rekayasa lalu lintas agar tidak menimbulkan kemacetan di jalur alternatif.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Supriyanto, uji coba kedua ini akan melibatkan masyarakat dalam survei arus lalu lintas. Survei tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Tujuannya adalah untuk mengetahui pola pergerakan kendaraan saat CFD diberlakukan.

Hasil survei nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan rekayasa lalu lintas, terutama bila penutupan dilakukan di kawasan Jembatan Ampera. Agus menjelaskan bahwa arus kendaraan diperkirakan akan dialihkan ke dua jalur alternatif, yaitu Jembatan Musi VI dan Jembatan Musi IV. “Kalau kita tutup Ampera, anggaplah nanti 60 persen dialihkan ke Musi VI dan 40 persen ke Musi IV. Nanti kita hitung apakah arus itu mampu tertampung atau tidak,” jelasnya, Rabu (29 April 2026).

Durasi pelaksanaan CFD juga akan ditentukan berdasarkan hasil survei tersebut. Jika arus lalu lintas dinilai hanya memungkinkan hingga pukul 08.00 WIB, maka penutupan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Dengan cara ini, pihak Dishub berharap tidak ada penutupan yang berlebihan yang dapat menimbulkan kepadatan di jalur alternatif.

Selain rekayasa lalu lintas, Dishub menyoroti pentingnya penertiban pelanggaran di jalan yang berpotensi memicu kemacetan. Salah satu perhatian utama adalah kendaraan yang melawan arus, terutama di titik-titik padat saat pengalihan arus berlangsung. Agus menambahkan, “Tak hanya itu, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu hingga pinggir jalan juga dinilai turut mempersempit ruang lalu lintas. Kondisi ini kerap memicu perlambatan bahkan kemacetan, terutama di jalur alternatif yang akan digunakan saat CFD berlangsung.”

Ia menegaskan, “Ini juga akan kita tertibkan, baik yang melawan arus maupun aktivitas yang mengganggu kelancaran lalu lintas di jalan,” tegas Agus. Dishub juga menyiapkan penebalan petugas di sejumlah titik strategis, khususnya di jalur pengalihan. Fokus utama pengamanan berada di kawasan simpang yang dinilai rawan kepadatan, terutama bagi kendaraan dari Seberang Ulu menuju Jembatan Musi VI. “Musi VI itu terasa, terutama di daerah yang ada persimpangan. Itu yang agak berat, jadi di situ nanti arus akan kita tata,” kata Agus.

Melalui uji coba ini, Pemerintah Kota Palembang berharap pelaksanaan CFD ke depan dapat berjalan lebih optimal tanpa menimbulkan kemacetan signifikan di jalur alternatif. Sementara itu, Wakasat Lantas Polrestabes Palembang, Sayyid Malik, mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan serta arahan petugas selama kegiatan berlangsung.

“Betul, kami menghimbau kepada masyarakat untuk kegiatan car free day tanggal 3 Mei nanti yang akan dilaksanakan pada pukul 05.30 sampai dengan pukul 08.00. Diharapkan masyarakat mematuhi aturan, arahan, dan petunjuk dari petugas di lapangan,” ujar Sayyid Malik. Ia menjelaskan, pelaksanaan uji coba pertama sebelumnya sempat menimbulkan kepadatan arus lalu lintas, khususnya di sekitar kawasan Jembatan Musi IV dan Jembatan Musi VI. Oleh karena itu, pada uji coba kedua ini pihaknya akan melakukan pengaturan lebih maksimal.

“Kami akan bekerja sama dengan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan kota maupun provinsi serta Satpol PP. Khususnya dari Satlantas Polrestabes Palembang akan melakukan pengaturan di kawasan ulu dan ilir, terutama di sekitar Jembatan Musi IV dan Musi VI,” jelasnya. Selain itu, pihak kepolisian juga telah menyiapkan sejumlah kantong parkir untuk masyarakat yang ingin mengikuti CFD. Warga diimbau memarkirkan kendaraan di kawasan Kolonel Atmo, dari arah Merdeka bisa memanfaatkan area parkir di bawah Jembatan Ampera maupun di area parkir Masjid Agung Palembang.

Bagi masyarakat dari kawasan ulu yang hendak menuju Ampera, disarankan melalui simpang Tugu KB atau Pasar 9/10 Ulu. Ia berharap masyarakat dapat mendukung program pemerintah ini agar pelaksanaan CFD berjalan aman dan tertib. “Harapannya kita sama-sama mendukung program Pemerintah Kota Palembang. Tanpa kerja sama dari masyarakat, kegiatan ini tidak akan berjalan dengan baik,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha dan Desti Wulandari, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker.

Pemerintah Kota Palembang berupaya menyeimbangkan manfaat penutupan Jembatan Ampera dengan kapasitas jalur alternatif, sambil memastikan partisipasi aktif masyarakat dan penegakan aturan lalu lintas. Dengan koordinasi lintas lembaga dan pendekatan berbasis data survei, diharapkan uji coba CFD berikutnya dapat berjalan lebih lancar dan mengurangi potensi kemacetan di wilayah strategis Palembang.

Car Free Day (CFD)Jembatan AmperaJembatan Musi VISurvei Arus Lalu LintasPenertiban PelanggaranJembatan Musi IVPengalihan Arus

Komentar

Memuat komentar...