US-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz, Pemusnahan Uranium
Gambar atau konten salah?
Di Washington DC, pada 24 Mei 2026, Amerika Serikat dan Iran mengumumkan adanya kesepakatan awal untuk membuka kembali Selat Hormuz. Kesepakatan ini dianggap sebagai imbalan atas komitmen Teheran untuk memusnahkan uranium yang diperkaya tinggi.
Seorang pejabat AS yang tidak ingin disebut namanya, yang dikutip oleh media, menyatakan bahwa kesepakatan belum ditandatangani. Ia menegaskan bahwa persetujuan akhir masih menunggu persetujuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Proses ini dapat memakan waktu beberapa hari.
Pejabat tersebut menambahkan bahwa metode pemusnahan uranium yang diperkaya tinggi masih dalam tahap negosiasi. Kesepakatan yang diusulkan tidak membahas pasokan rudal Iran maupun moratorium pengayaan uranium. Ia berharap masalah-masalah ini akan diselesaikan pada putaran pembicaraan berikutnya.
Seorang pejabat Washington lain menunjukkan bahwa AS dapat mempertimbangkan “akomodasi yang signifikan” terkait pelonggaran sanksi jika Iran setuju untuk membuat konsesi serupa mengenai pasokan uranium yang diperkaya tinggi miliknya. Ia berkata, “Rencana kami adalah menangani seluruh pasokan material yang diperkaya milik mereka,” sambil menekankan bahwa Iran melakukan “akomodasi yang serius” yang belum pernah terlihat dalam negosiasi sebelumnya.
Pejabat tersebut juga menegaskan penolakan terhadap gagasan mekanisme “tarif tol” untuk Selat Hormuz, dengan menyebut pengaturan semacam itu tidak dapat diterima dan belum diusulkan oleh kedua pihak.
Seorang pejabat Washington yang tidak disebut namanya, yang dikutip oleh media lain, menyatakan bahwa pemerintah memandang kesepakatan ini lebih kuat daripada kesepakatan nuklir tahun 2015 yang dicapai pada era mantan Presiden Barack Obama. Sebagai bagian dari kesepakatan terbaru, AS akan mencabut blokade terhadap kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran. Pejabat tersebut juga mengatakan bahwa Centcom dan mitra-mitra Teluk akan berkoordinasi untuk memastikan jalur aman di Selat Hormuz.
Ia menambahkan bahwa Wakil Presiden JD Vance, Utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, dan penasihat serta menantu Trump, Jared Kushner, telah terlibat dalam pembicaraan tersebut. Washington berupaya melibatkan semua sekutu regional dalam proses ini.
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih mengenai kesepakatan awal tersebut, dan otoritas Iran juga belum memberikan tanggapannya.
Kesepakatan ini menandai perubahan dalam hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, namun finalisasi masih bergantung pada persetujuan resmi dan negosiasi selanjutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
