Wali Kota Palembang Rencanakan Renovasi Masjid Agung
Gambar atau konten salah?
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengumumkan rencana renovasi Masjid Agung Palembang, yang juga dikenal sebagai Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo. Fokus utama perbaikan akan terletak pada pagar dan pengecatan bangunan, dua elemen yang sudah menua dan memerlukan pembaruan.
“Masjid Agung ini adalah kebanggaan masyarakat Palembang. Kita ingin tampilannya lebih rapi dan nyaman, terutama di bagian pagar dan cat bangunan yang sudah waktunya diperbaiki,” katanya kepada wartawan, Minggu (29/3/2026). Dewa menegaskan bahwa kondisi fisik masjid sebagai ikon kota sudah saatnya mendapat sentuhan renovasi agar tetap representatif sebagai pusat ibadah dan wisata religi.
Masjid Agung Palembang merupakan salah satu masjid terbesar dan paling bersejarah di kota Palembang. Terletak di Jalan Jenderal Sudirman, kawasan 19 Ilir, Bukit Kecil, masjid ini menjadi ikon religius sekaligus destinasi wisata yang kerap dikunjungi masyarakat. Dibangun pada masa Kesultanan Palembang Darussalam, masjid ini mulai didirikan pada tahun 1738 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang juga dikenal dengan gelar Jayo Wikramo. Setelah melalui proses pembangunan selama satu dekade, masjid ini diresmikan pada 26 Mei 1748. “Kita akan minta bantuan Gubernur merapikan pagar dan cat masjid ini,” ungkapnya.
Secara arsitektur, Masjid Agung Palembang memiliki bentuk hampir bujur sangkar berukuran 30 x 36 meter dengan luas mencapai 1.080 meter persegi dan kapasitas sekitar 1.200 jamaah. Selain menjadi pusat ibadah, masjid ini juga dikenal sebagai pusat kajian Islam yang melahirkan banyak ulama besar, salah satunya Syekh Abdus Shamad al-Palembani. “Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat penyebaran ilmu agama sejak zaman kesultanan,” tambah Dewa.
Keunikan lain dari Masjid Agung Palembang terletak pada desain arsitekturnya yang memadukan gaya Nusantara, Eropa, dan Tiongkok. Bangunan utama memiliki atap berundak tiga berbentuk limas yang mencerminkan pengaruh arsitektur tradisional Jawa, sementara pilar besar dan struktur tinggi menunjukkan sentuhan Eropa. Menara klenteng berbentuk segi enam setinggi sekitar 20 meter memiliki kemiripan dengan menara klenteng, lengkap dengan atap melengkung di bagian atas. Material bangunan bahkan disebut didatangkan langsung dari Eropa pada masa pembangunannya.
Dengan sejarah panjang dan keindahan arsitektur yang khas, Masjid Agung Palembang tetap berdiri kokoh hingga kini meski telah mengalami berbagai renovasi. Rencana pembaruan yang digagas pemerintah kota diharapkan mampu menjaga nilai historis sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi jamaah dan wisatawan.
Renovasi ini menandai upaya Palembang untuk memelihara warisan budaya sekaligus menyesuaikan fasilitas ibadah dengan kebutuhan modern, memastikan masjid tetap relevan dan dapat dinikmati generasi mendatang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
