Gambar atau konten salah?
Galactic Resource Utilization Space (GRU Space) sedang merancang hotel pertama di Bulan. Proyek ini menargetkan fase awal pada 01 Januari 2029 dan operasional pada 01 Januari 2032.
Walaupun masih beberapa tahun, calon tamu dapat memesan kamar sekarang. Uang muka sebesar US$ 1 juta atau Rp 17 miliar sudah cukup. Harga ini dianggap “ringan” bila dibandingkan tarif menginapnya.
Untuk tarif malam, GRU Space menetapkan US$ 10 juta atau Rp 170 miliar. Ini menjadikan hotel tersebut salah satu destinasi wisata paling mahal yang pernah ditawarkan.
Hotel akan dibangun dengan material yang diambil langsung dari Bulan. Bangunan dirancang modular, menggabungkan hunian eksklusif dengan teknologi otomatis. Sistem ini akan mengolah tanah Bulan menjadi struktur yang kuat dan tahan lama.
Langkah pertama adalah mengirimkan muatan uji bertekanan ke permukaan Bulan pada 01 Januari 2029. Uji ini bertujuan menilai kondisi lingkungan dan mengurangi risiko sebelum pembangunan skala besar dimulai.
Eksperimen konstruksi awal juga akan menggunakan material lokal Bulan. Pendekatan ini dikenal sebagai In‑Situ Resource Utilization (ISRU), yaitu memanfaatkan sumber daya di tempat untuk mendukung pembangunan.
Selanjutnya, pada 01 Januari 2031, muatan yang lebih besar akan dikirim dan ditempatkan di dekat kawah Bulan. Kawah dipilih karena dapat melindungi struktur dari radiasi dan suhu ekstrem.
Muatan tersebut akan memuat sistem pendukung untuk pengujian konstruksi lanjutan, mempersiapkan pembangunan penuh. Puncak proyek adalah pengiriman hotel dari Bumi dan pendaratan di Bulan pada 01 Januari 2032 menggunakan kendaraan pengangkut berat.
Hotel dirancang berbentuk modular, berisi ruang bertekanan yang diisi udara, serta dilapisi material Bulan untuk perlindungan tambahan. Fasilitas ini diperkirakan dapat beroperasi hingga 10 tahun.
Proyek ini menandai langkah awal manusia menuju hunian luar angkasa. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan teknologi canggih, GRU Space berusaha menciptakan pengalaman menginap yang unik sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan baku Bumi. Keberhasilan proyek ini akan membuka peluang baru bagi industri pariwisata dan konstruksi di luar Bumi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
