1 Muharram 1448 H: 16 Juni 2026, Momen Amal dan Refleksi

Dedi S. · 6 min baca · 27 hari lalu · 197 dibaca
Bisik.id
1 Muharram 1448 H: 16 Juni 2026, Momen Amal dan Refleksi

Gambar atau konten salah?

Malam 1 Muharram 1448 H menjadi momen penting bagi umat Islam, sekaligus menandai dimulainya tahun baru Hijriah. Selain menjadi awal tahun, malam ini juga masuk ke dalam kategori bulan Muharram, yang dianggap sebagai salah satu bulan mulia dalam ajaran Islam.

Perbedaan perhitungan antara kalender Hijriah dan Masehi membuat konversi tanggal menjadi penting. Tanpa konversi, sulit bagi umat untuk mengetahui kapan tepatnya malam 1 Muharram jatuh dalam penanggalan Masehi.

Menurut Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 H jatuh pada 16 Juni 2026. Karena pergantian hari dalam perhitungan Hijriah terjadi pada waktu Maghrib, maka malam 1 Muharram 1448 H sebenarnya dimulai pada 15 Juni 2026 setelah Maghrib.

Malam 1 Muharram memiliki nilai spiritual tinggi. Umat dianjurkan untuk menghidupkannya dengan berbagai amalan sunnah, guna memulai tahun baru dengan penuh kebaikan dan kesadaran diri.

Amalan Sunah Malam 1 Muharram meliputi beberapa kegiatan berikut:

  • Membaca Doa Akhir Tahun – Pada hari terakhir bulan Dzulhijjah, sebelum matahari terbenam, dianjurkan membaca doa ini. Menurut buku Ibadah Sepanjang Tahun karya Ust. Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, membaca doa akhir tahun dapat menahan godaan setan dan memohon ampunan atas dosa tahun sebelumnya. Berikut bacaan doa akhir tahun:

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جَرَائِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ، فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِي وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَاكَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Arab Latin: Wa shallallaahu alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam. Allahumma ma 'amiltu fi haadzihis sanati mimmaa nahaitani 'an-hu falam atub min-hu walam tardhahu walam tansahu wa halamta 'alayya ba'da qudratika 'ala uquubatii wa da'autanii ilattaubati min-hu ba'da jur'ati alaa ma'siyatika fa innii astaghfiruka fagfirlii wa maa 'amiltu fiihaa mimmaa tardhaahu wa wa'adtani 'alaihits-tsawaba fas'alukallahumma yaa karimu yaa dzal jalaali wal ikraam, an tataqabbalahu minnii wa la taqtha' rajai minka yaa karim, wa sallallaahu 'ala sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'ala aalihii wa sahbihii wa sallam.

Artinya: “Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah aku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untukku, dan Engkau telah mengajakku untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu, ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, aku mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amalku dan semoga Engkau tidak memutuskan harapanku kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan, semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami, Muhammad, serta keluarga dan sahabatnya.”

  • Membaca Doa Awal Tahun – Dari buku yang sama, sebagian ulama menyebutkan bahwa membaca doa ini sebanyak tiga kali setelah sholat rawatib bakdiyah Maghrib pada malam tanggal 1 Muharram akan memohon perlindungan dua malaikat dari fitnah setan selama setahun. Berikut lafaz doa awal tahun:

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَجُودِكَ الْمَعْوُلِ. وَهَذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ إِلَيْنَا، نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَجُنُودِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ وَالِاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ،وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Arab Latin: Washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii wasallam. Allahumma antal abadiyul qadiimul awwalu wa 'alaa fadhlikal 'azhiimi wa juudikal mu-awwal. Wa haadzaa 'aamun jadiidun qad akbala ilainaa. Nas-alukal 'ishmata fiihi minasy syaithaani wa auliyaa-ihi wajunuudihii wal 'auni 'alaa hadzihin nafsil ammaarati bissuu-i wal ishtighaali bimaa yuqarribunii ilaika zulfaa yaa dzal jalaali wal ikraam, yaa arhamar raahimiin. Washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'aala aalihi wa shahbihii wasallam.

Artinya: “Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, serta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, Engkau-lah Yang Maha Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan, hanya kepada anugerah-Mu yang agung dan kedermawanan-Mu yang menjadi tempat bergantung. Dan, inilah tahun baru yang benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, pembantu-pembantunya, dan bala tentaranya. Dan, kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, dan agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara mereka yang mengasihi. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, serta keluarga dan sahabatnya.”

  • Qiyamul Lail – Umat dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta melaksanakan sholat sunnah seperti sholat Hajat, Tahajjud, Taubat, dan shalat‑shalat sunnah lainnya. Di malam ini juga dapat dilakukan sholat seratus rakaat, di mana setiap rakaat membaca al‑Faatihah dan al‑Ikhlas. Ada juga sholat dua rakaat, di mana rakaat pertama membaca al‑Faatihah dan surat al‑An'aam, dan rakaat kedua membaca al‑Faatihah dan Yaasiin. Atau sholat dua rakaat dengan membaca al‑Faatihah dan al‑Ikhlas sebanyak 11 kali.
  • Introspeksi Diri dan Muhasabah – Menurut laman Baznas, malam 1 Muharram adalah waktu yang tepat untuk merenungkan diri dan melakukan muhasabah. Umat dianjurkan mengevaluasi perbuatan tahun lalu dan bertekad menjadi pribadi yang lebih baik di tahun baru.
  • Menyiapkan Diri untuk Puasa Sunnah – Amalan lain yang dianjurkan adalah mempersiapkan diri untuk puasa sunnah, yakni dengan melaksanakan sahur serta berniat. Buku Panduan Shalat Sunah Lengkap oleh KH Muhammad Sholikhin menyebutkan bahwa puasa sunah Muharram dapat diambil satu hari tanggal 1 Muharram saja, namun lebih utama jika dikerjakan selama 10 hari, dari tanggal 1 Muharram sampai tanggal 10 Muharram dengan puasa Asyuranya. Rasulullah menegaskan bahwa puasa pada bulan Muharram (bukan puasa tanggal 10) adalah puasa yang paling utama setelah puasa pada bulan Ramadan (Sunan Abu Dawud, 2: 323; hadis se‑rupa juga disebutkan oleh Imam Muslim dalam Fadhail Al‑A'mal, hlm. 59‑60, no. 192).

Konversi Tanggal Hijriah Bulan Muharram 1448 H/2026 M

  • 1 Muharram 1448 H – 16 Juni 2026
  • 2 Muharram 1448 H – 17 Juni 2026
  • 3 Muharram 1448 H – 18 Juni 2026
  • 4 Muharram 1448 H – 19 Juni 2026
  • 5 Muharram 1448 H – 20 Juni 2026
  • 6 Muharram 1448 H – 21 Juni 2026
  • 7 Muharram 1448 H – 22 Juni 2026
  • 8 Muharram 1448 H – 23 Juni 2026
  • 9 Muharram 1448 H – 24 Juni 2026
  • 10 Muharram 1448 H – 25 Juni 2026
  • 11 Muharram 1448 H – 26 Juni 2026
  • 12 Muharram 1448 H – 27 Juni 2026
  • 13 Muharram 1448 H – 28 Juni 2026
  • 14 Muharram 1448 H – 29 Juni 2026
  • 15 Muharram 1448 H – 30 Juni 2026
  • 16 Muharram 1448 H – 1 Juli 2026
  • 17 Muharram 1448 H – 2 Juli 2026
  • 18 Muharram 1448 H – 3 Juli 2026
  • 19 Muharram 1448 H – 4 Juli 2026
  • 20 Muharram 1448 H – 5 Juli 2026
  • 21 Muharram 1448 H – 6 Juli 2026
  • 22 Muharram 1448 H – 7 Juli 2026
  • 23 Muharram 1448 H – 8 Juli 2026
  • 24 Muharram 1448 H – 9 Juli 2026
  • 25 Muharram 1448 H – 10 Juli 2026
  • 26 Muharram 1448 H – 11 Juli 2026
  • 27 Muharram 1448 H – 12 Juli 2026
  • 28 Muharram 1448 H – 13 Juli 2026
  • 29 Muharram 1448 H – 14 Juli 2026
  • 30 Muharram 1448 H – 15 Juli 2026

Malam 1 Muharram 1448 H, yang dimulai pada 15 Juni 2026 setelah Maghrib, menjadi waktu yang sangat berharga bagi umat Islam. Dengan melaksanakan amalan‑amalan sunnah, introspeksi diri, dan persiapan puasa sunnah, setiap individu dapat memulai tahun baru Hijriah dengan ketenangan hati, kesadaran akan perbuatan, serta tekad untuk meningkatkan kualitas ibadah dan perilaku di masa mendatang.

Malam 1 MuharramKonversi TanggalAmalan SunnahDoa Akhir TahunPuasa SunnahIntrospeksi DiriSholat TahajjudTahun Baru Hijriah

Komentar

Memuat komentar...