18 April 2026: 29 Syawal 1447 H, Tanggal Ibadah Kemenag
Gambar atau konten salah?
Setiap hari, banyak orang bertanya, “Berapa tanggal Hijriah pada hari ini?” Hal ini penting bagi umat Islam yang ingin menyesuaikan ibadah dan hari penting lainnya. Penanggalan Hijriah dan Masehi memang berbeda, sehingga konversi diperlukan.
Menurut konversi yang disusun oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, Sabtu, 18 April 2026 jatuh pada 29 Syawal 1447 H. Bulan April 2026 mencakup dua bulan Hijriah: Syawal dan Dzulqa'dah.
Berikut rincian singkat kalender Hijriah untuk bulan April 2026:
- 1–10 April 2026: 12–21 Syawal 1447 H
- 11–20 April 2026: 22–31 Syawal 1447 H
- 21–30 April 2026: 1–10 Dzulqa'dah 1447 H
Perbedaan utama antara kedua kalender terletak pada acuan perhitungan. Kalender Masehi menggunakan peredaran Bumi mengelilingi Matahari, sedangkan Kalender Hijriah mengacu pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi.
IAIN Tuban menjelaskan bahwa kalender Masehi adalah kalender solar, sementara Hijriah adalah kalender lunar. Akibatnya, jumlah hari dalam satu tahun tidak sama.
“Kalender Masehi dalam menyatakan panjang satu tahunnya didasarkan siklus tropis Matahari, yaitu 365,2222 hari. Dalam setahun dibagi menjadi 12 bulan. Februari terdiri dari 31 hari, Februari 28/29 hari, April 31 hari, April 30 hari, Mei 31 hari, Juni 30, Juli 31 hari, Agustus 31 hari, September 30 hari, Oktober 31 hari, Februari 30 hari, dan Februari 31 hari.” – KH Shofiyulloh, ahli ilmu falak NU.
Menurut KH Shofiyulloh, setiap tahun Masehi dibagi menjadi 12 bulan. Bulan Februari bisa 28 atau 29 hari, tergantung apakah tahun tersebut kabisat. Tahun kabisat terjadi setiap empat tahun, kecuali tahun yang habis dibagi 100 tetapi tidak habis dibagi 400.
Di sisi lain, Kalender Hijriah menghitung tahun berdasarkan 12 siklus sinodis Bulan, yaitu fase bulan yang sama atau hilal. Siklus sinodis Bulan rata-rata 29,53 hari, sehingga satu bulan Hijriah bisa 29 atau 30 hari, tergantung apakah hilal terlihat pada tanggal 29.
Karena variasi ini, satu tahun Hijriah bisa 354 atau 355 hari. Sementara tahun Masehi biasanya 365 hari, kadang 366 hari pada tahun kabisat.
Perbedaan ini menjelaskan mengapa tanggal Hijriah tidak selalu selaras dengan tanggal Masehi. Ketika 18 April 2026 menjadi 29 Syawal 1447 H, itu karena perhitungan bulan lunar yang berbeda dengan perhitungan matahari.
Dengan mengetahui konversi ini, umat Islam dapat lebih mudah menyesuaikan jadwal ibadah, seperti puasa, sholat, dan perayaan hari besar. Konversi ini juga membantu dalam perencanaan kegiatan keagamaan yang memerlukan koordinasi antara kalender Masehi dan Hijriah.
Konversi tanggal 18 April 2026 menjadi 29 Syawal 1447 H menunjukkan betapa pentingnya memahami kedua sistem penanggalan. Dengan pengetahuan ini, perencanaan ibadah dan kegiatan keagamaan menjadi lebih terstruktur dan akurat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
