20 Anggota DPR Pindah ke PSI, Jokowi Jadi Magnet Politik

Arif S. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
20 Anggota DPR Pindah ke PSI, Jokowi Jadi Magnet Politik

Gambar atau konten salah?

Bestari Barus, Ketua Dewan Pimpinan Partai (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), mengungkapkan bahwa setidaknya 20 anggota DPR akan bergabung dengan PSI. Ia menegaskan bahwa para anggota tersebut berasal dari berbagai partai politik. Pernyataan ini diucapkan di Sumber, Banjarsari, Senin, 13 April 2026.

“Banyak sekali yang berpindah. Contohnya salah satunya kan saya. Terus ada lagi yang masih aktif, Rusdi Masse. Ya, yang Wakil Ketua Komisi III pindah sekarang ke PSI dan meninggalkan jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Ah itu biasa saja, masih ada 15 sampai 20 lagi yang mau pindah,” kata Bestari.

Bestari sendiri enggan mengungkapkan siapa saja yang akan berpindah ke PSI. Ia kembali menegaskan bahwa ada 15-20 anggota DPR yang akan berpindah. “Saya tidak boleh menyatakan hari ini partainya mana saja, pokoknya anggota DPR yang aktif itu masih ada 15 sampai 20 lagi yang mau bergabung,” ucapnya.

Ketika ditanya mengenai alasan di balik “bedhol desa” para politisi tersebut, Bestari Barus menegaskan bahwa sosok Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menjadi magnet utama. Status Jokowi sebagai patron PSI, menurutnya, mampu menggugah minat para politisi untuk bergabung. “Semenjak diketahuinya bahwa Pak Jokowi ini menjadi patron daripada PSI, maka itu sangat menggugah perasaan banyak politisi untuk bisa bergabung bersama PSI ke depan karena adanya Pak Jokowi juga gitu,” jelasnya.

Ia juga membantah isu miring yang menyebut Jokowi berencana mengambil alih Partai NasDem. “Nggak ada keinginan Pak Jokowi untuk mengambil itu (NasDem). Itu hanya isu yang dilontarkan oleh sebagian pihak yang berkepentingan untuk membentuk opini publik yang negatif terhadap Pak Jokowi dan Mas Gibran,” tegasnya.

Sebagai mantan kader NasDem, ia mendoakan agar partai lamanya tersebut bisa segera melakukan konsolidasi internal dengan baik. “Saya sebagai mantan kader Partai NasDem ya saya berharap semoga partai saya yang lama ini segera konsolidasi internal,” pungkasnya.

Grace Natalie, Sekretaris Dewan Pembina PSI, mengungkapkan bahwa banyak kader di luar partainya yang tertarik bergabung menjadi bagian PSI. Ia mengatakan, angkanya terus bertambah seiring pembentukan kepengurusan dari level desa hingga daerah. “Banyak, banyak dan terus bergabung masalahnya itu jadi angkanya terus bergerak,” kata Grace Natalie kepada wartawan di tengah kegiatan Konsinyering PSI di sebuah hotel kawasan Slipi, Jakarta Barat, Minggu, 12 April 2026.

Grace menegaskan bahwa PSI bukanlah partai milik kelompok atau segelintir orang sehingga latar belakang kadernya bisa beragam. “PSI adalah partai super‑terbuka, di mana semua orang diterima, semua orang adalah pemegang saham. Partai ini bukan partai keluarga, bukan partai sekelompok orang segelintir orang saja,” ucapnya.

Perkembangan ini menandai dinamika politik Indonesia di mana partai baru seperti PSI menarik perhatian politisi yang sebelumnya berafiliasi dengan partai lain. Keterbukaan PSI dan dukungan publik terhadap patronnya, Jokowi, menjadi faktor penting dalam menarik anggota DPR. Sementara itu, partai lama seperti NasDem diharapkan dapat memperkuat struktur internalnya agar tetap relevan di arena politik.

Partai Solidaritas IndonesiaAnggota DPRJoko WidodoPartai NasDemKonsolidasi internalPartai baruKeterbukaan partai

Komentar

Memuat komentar...