20 Mei 2026: Upacara & Ziarah Pahlawan Kebangkitan Nasional
Gambar atau konten salah?
Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap 20 Mei 2026 di Indonesia. Peringatan ini biasanya diisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya ialah upacara bendera di sekolah, instansi, maupun lembaga pemerintahan. Untuk mendukung pelaksanaan momen penting tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI telah merilis pedoman resmi Hari Kebangkitan Nasional 2026. Pedoman tersebut juga memuat susunan upacara yang dapat dijadikan acuan.
Berikut jadwal beserta susunan upacara bendera Harkitnas 2026:
Agenda: Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026
Hari, tanggal: Rabu, 20 Mei 2026
Susunan upacara:
- Pengibaran bendera merah putih;
- Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya;
- Mengheningkan cipta;
- Pembacaan naskah: Pancasila;
- Pembukaan UUD 1945;
- Pembacaan naskah pidato Menkomdigi menyambut ke-118 tahun peringatan Hari Kebangkitan Nasional oleh inspektur upacara;
- Menyanyikan lagu perjuangan (Bagimu Negeri dan Satu Nusa Satu Bangsa);
- Pembacaan doa (naskah doa sesuai dengan pedoman).
Selain upacara bendera, rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 juga diisi dengan kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP). Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah upacara bendera selesai sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan pergerakan nasional.
Berikut rangkaian kegiatan ziarah Hari Kebangkitan Nasional 2026:
- Ziarah ke TMP di daerah masing-masing dilaksanakan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota pada Rabu, 20 Mei 2026 setelah upacara bendera selesai.
- Ziarah ke TMP Jakarta secara khusus dilaksanakan oleh Kemkomdigi RI pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 08.00 WIB.
- Ziarah ke makam Dr Wahidin Soedirohoesodo di Yogyakarta dilaksanakan oleh pemerintah daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama pimpinan tinggi Kemkomdigi RI pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 09.00 WIB setelah upacara bendera selesai.
- Ziarah ke makam Dr Soetomo di Surabaya dilaksanakan oleh Pemda Jawa Timur bersama pimpinan tinggi Kemkomdigi RI pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 09.00 WIB setelah upacara bendera selesai.
Hari Kebangkitan Nasional bermula dari berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Organisasi tersebut menjadi salah satu pelopor kebangkitan nasionalisme di Indonesia. Boedi Oetomo didirikan oleh Dr Sutomo dan para mahasiswa School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA). Organisasi ini lahir di tengah kondisi bangsa Indonesia yang masih berada di bawah penjajahan. Pada masa itu, Boedi Oetomo membawa semangat persatuan dan perjuangan untuk membebaskan bangsa dari penjajahan. Semangat tersebut kemudian mendorong tumbuhnya kesadaran nasional di kalangan pribumi sekaligus memperkuat persatuan bangsa.
Seiring berjalannya waktu, Ki Hadjar Dewantara dan Radjiman Wediodiningrat mengusulkan tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Usulan tersebut kemudian disetujui oleh Presiden RI pertama, Soekarno. Hari Kebangkitan Nasional resmi ditetapkan pada 20 Mei 1959 sebagai hari nasional di Indonesia. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur.
Susunan upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026 beserta ketentuan kegiatan ziarahnya telah disusun secara detail. Kegiatan ini menandai 118 tahun peringatan Hari Kebangkitan Nasional, memperkuat rasa kebangsaan dan menghormati jasa para pahlawan. Dengan mengikuti susunan resmi, masyarakat dapat merayakan hari penting ini secara teratur dan penuh makna.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rachmat Gobel, Anggota DPR RI, Meninggal Dunia
Doa Rosario Jumat 10 Juli 2026: Renungkan Peristiwa Sedih
10 Juli: Kemerdekaan Bahama, Energi Global, Matariki
10 Juli 2026 Bertepatan dengan 25 Muharram 1448 H
Kesetiaan Diuji Saat Badai, Bukan Saat Nyaman
Aturan Baru MPLS: Name Tag Sederhana, Tak Perlu Atribut Berlebihan
Berita Terbaru
Kebakaran Hutan 2 Hektare di OKI Padam Setelah Dua Hari
Instagram Plus Resmi Hadir di Indonesia Rp17.900/Bulan
Jalan Diponegoro Depan Gedung Sate Ditutup Mulai Hari Ini
Dosen Unair Jadi Korban Doxing Usai Buka Suara di MK
B50 Resmi Diluncurkan, Harganya Masih Rp 6.800 Per Liter
Jaringan Lokal Jadi Kunci UMKM Lawan Produk Murah China