3 Bakery Jadul & Kafe Sorotan Kasus: Pilihan Pembaca
Gambar atau konten salah?
Di tengah maraknya kafe dan restoran modern yang bermunculan di Jakarta, masih ada tempat-tempat makan legendaris yang bertahan puluhan tahun. Mereka mempertahankan cita rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Beberapa di antaranya bahkan menjadi sorotan pembaca baru-baru ini.
Salah satu yang menarik perhatian adalah bakery jadul di Jakarta. Toko roti lawas ini masih menjadi favorit pencinta roti klasik. Mereka mampu mempertahankan rasa autentik selama bertahun-tahun. Di era toko roti modern yang menjamur, bakery legendaris ini tetap ramai dikunjungi pelanggan yang ingin bernostalgia.
Contohnya, Roti Bistro di Pasar Baru. Tempat ini terkenal dengan roti homemade dan aneka isian klasik seperti cokelat, srikaya, dan keju. Ada juga Toko Roti Tegal di Matraman yang berdiri sejak 1968. Roti mereka bertekstur padat, khas oven gas. Mereka juga menjual jajanan pasar tradisional. Sementara itu, Suisse Bakery menjadi andalan bagi pencinta risoles ragout ayam. Risoles mereka berisi melimpah, renyah di luar, dan lembut di dalam.
Berita lain yang menyita perhatian adalah soal kafe de'Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan. Tempat ini tengah jadi sorotan karena dikaitkan dengan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Di luar kasus hukum itu, ada fakta menarik di balik kafe populer ini.
Restoran de'Clan Signature sudah beroperasi sejak 2013. Awalnya, tempat ini dibuka sebagai tempat makan keluarga di bawah naungan Declan Kulinari Nusantara. Konsepnya menggabungkan restoran dan venue acara. Tempat ini sering digunakan untuk rapat, ulang tahun, hingga resepsi pernikahan. Menu yang ditawarkan memadukan hidangan Nusantara dan menu Western. Lokasinya di Jalan Cipete Raya. Restoran buka setiap hari pukul 07.00-22.00 WIB. Kisaran harga sekitar Rp75.000-Rp175.000 per orang.
Berpindah ke Gondangdia, Jakarta Pusat, ada deretan tempat makan legendaris yang cocok untuk makan siang. Salah satunya Gudeg Jogja Bu Tinah yang sudah berjualan sejak 1980-an. Tempat ini terkenal dengan nasi gudeg komplet berisi gudeg nangka, ayam, krecek, dan telur.
Ada juga Sop Buntut Cut Meutia yang berdiri sejak 1970. Andalan mereka adalah sop buntut berkuah bening dengan daging empuk. Resepnya dipertahankan turun-temurun. Bagi pencinta Chinese food, Restoran Trio yang berdiri sejak 1947 menawarkan hidangan klasik. Menu seperti ayam garam, fu yung hai, lumpia udang, hingga huzaren salad tersedia di sini. Suasana restoran lawas masih terjaga dengan baik.
Ketiga artikel ini menjadi yang paling menarik perhatian pembaca pada 09 Juli 2026. Dari bakery jadul, kafe yang jadi sorotan, hingga kuliner legendaris, semuanya menunjukkan bahwa Jakarta masih menyimpan banyak tempat makan dengan sejarah panjang. Meskipun tren kuliner terus berubah, tempat-tempat ini tetap eksis karena mempertahankan kualitas dan cita rasa asli.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
