318 Napi Lapas Gorontalo Uji Urine, Semua Negatif Pagi
Gambar atau konten salah?
318 warga binaan Lapas Kelas IIA Gorontalo menjalani tes urine pada akhir pekan lalu.
“318 orang warga binaan Lapas Kelas IIA Gorontalo menjalani tes urine,” kata Pelaksana Tugas Kepala Lapas Gorontalo Sahduriman dalam keterangannya, Selasa, 07 April 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Lapas Kelas IIA Gorontalo pada Senin, 06 April 2026.
Menurut Sahduriman, tes urine ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 dan sebagai upaya preventif untuk memastikan lingkungan lapas tetap aman, sehat, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Pelaksanaan tes dilakukan secara bertahap, melibatkan tim dari BNN Kota Gorontalo dengan prosedur pemeriksaan yang transparan. Setiap peserta menjalani pemeriksaan sesuai standar operasional yang berlaku, jelasnya.
Hasil pemeriksaan terhadap seluruh warga binaan menunjukkan tidak ada indikasi penyalahgunaan narkoba, sehingga 318 napi dinyatakan negatif. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga integritas pemasyarakatan.
“Tes urine ini menjadi langkah konkret kami dalam memastikan di dalam Lapas Gorontalo tetap bersih dari narkoba. 318 orang warga binaan dinyatakan negatif,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Gorontalo Fikri Sjafri mengapresiasi hasil pelaksanaan tes urine tersebut. Ia menyebut upaya pencegahan dan pengawasan di lapas Gorontalo berjalan dengan baik.
“Kami sangat mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan oleh pihak lapas. Ini menunjukkan sinergi yang baik dalam upaya mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba. Kami berharap komitmen ini terus dijaga dan ditingkatkan,” kata Fikri Sjafri dalam keterangannya.
Dengan tes ini, Lapas Gorontalo menegaskan bahwa lingkungan pemasyarakatan tetap terjaga kebersihannya dari narkoba, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem penahanan di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
