5 Kafe Bersejarah di Jakarta untuk Ngopi Nostalgia
Gambar atau konten salah?
Jakarta menyimpan banyak tempat ngopi yang unik. Bukan sekadar kafe biasa, beberapa di antaranya menempati bangunan tua bersejarah. Arsitektur klasiknya masih dipertahankan. Nuansa nostalgia pun terasa kuat. Cocok untuk Anda yang ingin menikmati kopi sambil bernostalgia.
Mulai dari bekas kantor pos, toko peninggalan zaman kolonial Belanda, hingga bangunan tua yang dipenuhi koleksi seni. Semua tempat ini menghadirkan suasana vintage. Pengunjung serasa kembali ke masa lampau. Tak heran, tempat-tempat ini menjadi destinasi favorit pencinta kopi. Juga sering dijadikan lokasi foto yang estetik.
Berikut lima kafe di Jakarta yang bisa Anda coba jika ingin menikmati kopi sambil bernostalgia.
1. Stroom Coffee
Bagi yang ingin merasakan suasana ngopi vintage dan klasik, Stroom Coffee di kawasan Gambir bisa menjadi pilihan. Kafe ini menempati gedung cagar budaya. Dulunya bekas kantor perusahaan listrik Belanda. Bangunan ini dibangun pada tahun 1897. Arsitektur klasik bergaya Indische Empire tetap dipertahankan. Suasana nostalgia pun terasa kental.
Konsep kafe ini bertema kelistrikan. Stroom Coffee menyajikan racikan kopi dari biji kopi Nusantara. Ada Gayo, Bajawa, Kintamani, dan Lampung. Menu favoritnya antara lain Stroom Coffee berbahan gula aren, Chocolate Volta, nasi goreng spesial, dan camilan tradisional. Suasana bangunan bersejarah yang estetik membuat kafe ini sering dijadikan lokasi foto prewedding. Atau sekadar tempat bersantai. Kisaran harganya masih terjangkau, mulai dari Rp35.000.
2. Rode Winkel
Berlokasi di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Rode Winkel menempati bangunan Toko Merah. Bangunan ini sudah berdiri sejak tahun 1730 pada masa kolonial Belanda. Arsitektur bangunan bersejarah ini masih dipertahankan. Nuansa klasik yang elegan pun terasa. Jendela-jendela besar, tangga berkarpet bergaya lama, hingga furnitur kayu semakin memperkuat kesan vintage di dalamnya.
Sambil menikmati suasana bersejarah, pengunjung dapat memesan aneka kopi klasik, teh, maupun camilan. Kisaran harganya mulai dari Rp30.000 untuk menu kopinya.
3. Babah Koffie by Kawisari
Menikmati secangkir kopi di Babah Koffie by Kawisari terasa seperti berada di museum bernuansa Peranakan. Berlokasi di Jalan Kali Besar Barat, Kota Tua, kafe ini menempati bangunan bekas gudang gula. Bangunan ini telah berdiri sejak berabad-abad lalu. Interiornya dipenuhi koleksi seni antik dari Indonesia, China, dan Belanda. Suasana klasik yang begitu kuat pun tercipta.
Pengunjung dapat menikmati racikan kopi sambil mengagumi berbagai perabot lawas yang menghiasi setiap sudut ruangan. Selain kopi, tersedia pula Es Kopi Cincau, aneka jajanan pasar, hingga hidangan khas Nusantara. Kisaran harga mulai Rp50.000.
4. Bakoel Koffie Kantor Pos Cikini
Bakoel Koffie menghadirkan pengalaman ngopi yang berbeda. Kafe ini menempati bekas Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat. Bangunannya sudah berdiri sejak era 1920-an. Karakter bangunan lamanya tetap dipertahankan. Dipadukan dengan dekorasi klasik, seperti lukisan bergaya vintage, lonceng antik, hingga pajangan kepala rusa. Suasana hangat dan penuh nostalgia membuat banyak pengunjung betah berlama-lama di sini.
Coffee shop ini memiliki kapasitas sekitar 80 orang. Menawarkan beragam pilihan minuman, mulai dari kopi, teh, mocktail, hingga dessert. Semua cocok dinikmati di tengah suasana bangunan bersejarah.
5. Giyanti Coffee
Berada di kawasan Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, Giyanti Coffee dikenal sebagai salah satu kafe yang memadukan nuansa vintage dengan sentuhan klasik. Suasana nostalgia pun terasa. Bangunannya memang tidak terlalu besar. Namun setiap sudutnya dipenuhi dekorasi unik. Ada lukisan, topeng, tanaman hias, hingga furnitur bergaya klasik. Suasana yang nyaman membuat tempat ini selalu ramai, terutama saat akhir pekan.
Selain racikan kopi yang menjadi andalan, pengunjung juga bisa menikmati es cendol antik, pastry, serta aneka sandwich. Kisaran harga mulai dari Rp40.000.
Kelima kafe ini membuktikan bahwa menikmati kopi tidak melulu soal rasa. Suasana dan sejarah bangunan juga menjadi daya tarik tersendiri. Bagi pecinta fotografi atau sekadar ingin mencari tempat yang tenang dengan nuansa berbeda, kafe-kafe ini layak dikunjungi. Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau untuk ukuran kafe di Jakarta.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
