66 Tahun Menikmati Pijat, Ditemukan Mati di Rumah Klaten
Gambar atau konten salah?
R, seorang pria lanjut usia berusia 66 tahun dari Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Klaten, meninggal di Desa Majegan, Kecamatan Tulung, Klaten.
Korban menghembuskan napas terakhir setelah menerima pijat capek di rumah A, tempat tukang pijat pria warga setempat beroperasi. Pukul 11.00 WIB, ia mengeluh sesak napas dan memiliki riwayat jantung.
“Infonya orang meninggal setelah pijat, kejadian sekitar pukul 11.00 WIB. Tapi sebelumnya sesak dan punya riwayat jantung,” ungkap seorang warga S. Kejadian ini dilaporkan pada Senin, 20 April 2026.
Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Taufik Frida Mustofa, mengonfirmasi laporan tersebut. “Iya karena sakit,” jelas Taufik saat diminta konfirmasi.
Menurut Kasi Humas Polres Klaten, AKP Suwoto, korban datang pada 09.00 WIB untuk pijat capek. Ia mengeluh lelah dan sesak napas, kemudian dipijat di kamar. Setelah pemijatan selesai, korban berdiri dan keluar rumah sambil menghirup minyak. Saat keluar, ia terjatuh. Saksi berusaha menolong, namun korban muntah terus dan buang air. Saksi meminta bantuan tim medis Puskemas Majegan. Saat tim tiba, korban sudah meninggal. “Muntahan cairan berwarna kuning dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban,” ungkap Suwoto. “Pemeriksaan sementara korban meninggal akibat serangan jantung,” tambahnya.
Suwoto membuka usaha pijat di rumahnya sejak 2025. Korban biasanya datang satu minggu sekali, namun diketahui memiliki riwayat jantung. Keluarga korban juga mengonfirmasi kondisi tersebut.
Dari foto yang dilihat, lokasi kamar sempat digaris polisi untuk pemeriksaan tim Inafis Polres Klaten. Di KTP dan SIM tertulis korban seorang pensiunan.
Insiden ini menyoroti risiko kesehatan bagi lansia yang menjalani pijat rutin, terutama bagi yang memiliki riwayat jantung. Penanganan medis segera dan pemantauan kondisi pasien sebelum melakukan pijat dapat menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
