AI Suara Menagih Utang: Ben Uji Batas, Altur 2,5 Juta Panggilan

Cahyo S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
AI Suara Menagih Utang: Ben Uji Batas, Altur 2,5 Juta Panggilan

Gambar atau konten salah?

Di era digital, menagih utang kini bisa dilakukan lewat suara yang diprogram. Ben, seorang pria asal Seattle, mengakui bahwa ia pernah mengandalkan Eve, agen suara buatan ProCollect, untuk menagih hutang.

Suatu kali, Ben menerima panggilan mengenai sengketa tagihan sebesar USD 266 dengan mantan pemilik rumah sewaannya. Eve menanyakan, “Apakah Anda ingin menyelesaikannya hari ini menggunakan kartu atau transfer bank?”

Karena ia yakin utangnya sudah lunas, Ben memutuskan untuk menguji batas kemampuan bot. Ia mengajukan pertanyaan teknis, “Saya pikir ia akan langsung mengalihkan panggilan ke agen manusia ketika saya bertanya tentang struktur pelunasan atau hal lain yang lebih teknis,” ceritanya kepada media.

Alih-alih mengalihkan, Eve terjebak dalam permainan peran yang dibuat Ben. Ia berpura-pura menjadi pria kecil yang utangnya diibaratkan sebagai wanita raksasa. Setelah beberapa menit, panggilan akhirnya dialihkan ke agen manusia, yang mengonfirmasi bahwa utang tersebut memang telah dibayar.

Di balik contoh ini, Pedro Fernández—pendiri startup call center AI Altur—menyatakan bahwa penagih utang (debt collector) adalah salah satu pengguna awal teknologi ini. Altur melakukan lebih dari 2,5 juta panggilan penagihan utang setiap bulannya menggunakan agen AI.

Industri penagihan utang sangat bergantung pada jaringan data masif yang kadang tidak akurat. Kesalahan sering terjadi ketika data tidak lengkap atau terupdate. Namun, efisiensi yang dibawa oleh AI diprediksi akan membuatnya semakin banyak digunakan.

Dengan kemampuan meniru suara manusia dan memproses ribuan panggilan sekaligus, agen AI dapat menghemat waktu dan biaya bagi perusahaan penagih. Meski masih ada risiko kesalahan, tren ini menunjukkan bahwa teknologi ini akan terus berkembang dalam menanggapi kebutuhan bisnis.

Secara keseluruhan, contoh Ben dan Pedro Fernández menyoroti bagaimana AI dapat menggantikan peran manusia dalam menagih utang, sekaligus menegaskan pentingnya data yang akurat dan pengawasan manusia dalam proses tersebut.

AI penagihan utangagen suaraProCollectAlturdata masifefisiensirisiko kesalahan

Komentar

Memuat komentar...