AI Suara Menagih Utang: Ben Uji Batas, Altur 2,5 Juta Panggilan
Gambar atau konten salah?
Di era digital, menagih utang kini bisa dilakukan lewat suara yang diprogram. Ben, seorang pria asal Seattle, mengakui bahwa ia pernah mengandalkan Eve, agen suara buatan ProCollect, untuk menagih hutang.
Suatu kali, Ben menerima panggilan mengenai sengketa tagihan sebesar USD 266 dengan mantan pemilik rumah sewaannya. Eve menanyakan, “Apakah Anda ingin menyelesaikannya hari ini menggunakan kartu atau transfer bank?”
Karena ia yakin utangnya sudah lunas, Ben memutuskan untuk menguji batas kemampuan bot. Ia mengajukan pertanyaan teknis, “Saya pikir ia akan langsung mengalihkan panggilan ke agen manusia ketika saya bertanya tentang struktur pelunasan atau hal lain yang lebih teknis,” ceritanya kepada media.
Alih-alih mengalihkan, Eve terjebak dalam permainan peran yang dibuat Ben. Ia berpura-pura menjadi pria kecil yang utangnya diibaratkan sebagai wanita raksasa. Setelah beberapa menit, panggilan akhirnya dialihkan ke agen manusia, yang mengonfirmasi bahwa utang tersebut memang telah dibayar.
Di balik contoh ini, Pedro Fernández—pendiri startup call center AI Altur—menyatakan bahwa penagih utang (debt collector) adalah salah satu pengguna awal teknologi ini. Altur melakukan lebih dari 2,5 juta panggilan penagihan utang setiap bulannya menggunakan agen AI.
Industri penagihan utang sangat bergantung pada jaringan data masif yang kadang tidak akurat. Kesalahan sering terjadi ketika data tidak lengkap atau terupdate. Namun, efisiensi yang dibawa oleh AI diprediksi akan membuatnya semakin banyak digunakan.
Dengan kemampuan meniru suara manusia dan memproses ribuan panggilan sekaligus, agen AI dapat menghemat waktu dan biaya bagi perusahaan penagih. Meski masih ada risiko kesalahan, tren ini menunjukkan bahwa teknologi ini akan terus berkembang dalam menanggapi kebutuhan bisnis.
Secara keseluruhan, contoh Ben dan Pedro Fernández menyoroti bagaimana AI dapat menggantikan peran manusia dalam menagih utang, sekaligus menegaskan pentingnya data yang akurat dan pengawasan manusia dalam proses tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
