Air Dingin Setelah Makan Daging Tak Membuat Lemak Membeku

Wahyu T. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 71 dibaca
Bisik.id
Air Dingin Setelah Makan Daging Tak Membuat Lemak Membeku

Gambar atau konten salah?

Banyak orang percaya minum air dingin setelah makan daging dapat membuat lemak membeku di dalam tubuh. Mitos ini sering muncul saat Idul Adha, ketika makanan berlemak seperti sate dan gulai banyak dikonsumsi, dan es teh manis menjadi minuman pendamping favorit.

Menurut dr Aru Ariadno, SpPD‑KGEH, konsultan gastroenterologi‑hepatologi di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, anggapan tersebut tidak benar. Ia menegaskan bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi akan menyesuaikan dengan suhu tubuh sehingga tidak membuat lemak membeku di saluran pencernaan.

"Jadi enggak mungkin kita kalau minum air dingin masuk ke tenggorokan, masuk ke usus itu dalam bentuk yang masih dingin," ujarnya saat ditemui oleh detikcom, Kamis, (21/5/2026).

Dr Aru menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki mekanisme thermoregulation. Ketika air dingin atau air panas masuk ke dalam tubuh, suhunya akan segera mengikuti suhu tubuh. “Tidak, pasti akan dirubah menjadi suhu tubuh. Dengan merubah menjadi suhu tubuh makanya tidak mungkin dia menyebabkan terjadinya seperti yang tadi ya, membeku atau menjadi mengeras. Tidak, justru tidak akan terjadi apa-apa. Mau dia minum air panas, air dingin, apakah kemudian lemak ataupun makannya itu akan menjadi beku setelah kita minum,”

Penjelasan tersebut sejalan dengan sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Gut. Studi itu menunjukkan suhu di lambung memang dapat berubah sementara setelah mengonsumsi minuman dingin, tetapi akan kembali mendekati suhu tubuh dalam waktu sekitar 20‑30 menit.

“Secara fisiologis, tubuh manusia memang memiliki mekanisme thermoregulation atau pengaturan suhu tubuh. Karena itu, makanan dan minuman yang dikonsumsi tidak akan bertahan lama dalam suhu dingin ketika sudah masuk ke saluran pencernaan,” tambahnya.

Bagaimana dengan es teh manis? Menurut dr Aru, hal yang justru perlu diperhatikan bukan suhu minumannya, melainkan kandungan gula di dalam minuman manis yang sering dikonsumsi bersamaan dengan makanan berlemak saat Idul Adha.

"Yang justru diperhatikan dengan es teh manis itu bukan es teh manisnya, tetapi manisnya, karbohidratnya, glukosanya," ujarnya.

Ia menjelaskan, pada beberapa orang, terutama yang memiliki kecenderungan diabetes atau kolesterol tinggi, konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan kadar gula darah sekaligus memicu pembentukan lemak di dalam tubuh. “Ada beberapa kondisi di mana gula darah yang tinggi kemudian disimpan oleh tubuh menjadi bentukan lemak atau kolesterol. Jadi gulanya yang justru berbahaya, bukan tehnya dan juga bukan dinginnya,”

Karena itu, dr Aru mengingatkan untuk tidak hanya fokus pada mitos seputar air dingin, tetapi juga memperhatikan asupan gula dan pola makan secara keseluruhan selama Idul Adha.

Untuk sebagian orang, nikmatnya menyantap daging kurban selalu dibayangi dengan risiko kesehatan. Kolesterol dan asam urat bisa menjadi perhatian, namun sebenarnya dapat dikelola dengan baik jika pola makan dan asupan gula diatur.

Dengan memahami bahwa tubuh menyesuaikan suhu makanan dan minuman, serta memerhatikan kandungan gula, konsumen dapat menikmati hidangan tradisional tanpa khawatir lemak membeku atau menimbulkan masalah kesehatan.

air dinginlemak membekuIdul Adhaes teh manisgulakolesteroldiabetesthermoregulasi

Komentar

Memuat komentar...