Alat Berat & WNA di Cigenol: PT GTM Siapkan Legalitas Tambang
Gambar atau konten salah?
Di kawasan Cigenol, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, aktivitas alat berat dan kehadiran Warga Negara Asing (WNA) menjadi sorotan.
Perusahaan yang terlibat bernama PT Golden Territory Mining (GTM). Ledi Nurlaedi, juru bicara perusahaan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan persiapan untuk industri pengolahan hasil bumi.
“Lokasi pengelolaan industri pengolahan hasil bumi. Hasil bumi itu tanaman, kandungan bumi juga. Nanti berbasis untuk memajukan ekonomi masyarakat. Di sini kan banyak gurandil (tambang emas rakyat), nah nanti biar terarah perusahaan ini akan menampung dengan legalitas yang jelas, seperti koperasi,” kata Ledi saat dikonfirmasi, Selasa 21 April 2026.
Ia menambahkan bahwa perusahaan akan memantau aktivitas terlebih dahulu. “Sebelum kita action di sini terlebih dahulu kita memantau, atas dampak yang akan terjadi hal yang tidak diinginkan kedepannya. Seperti gurandil kan banyak lubang yang tidak beraturan. Nah bagaimana caranya kan,” sambung dia.
Menanggapi keberadaan orang asing di lokasi, Ledi menegaskan bahwa mereka adalah tenaga teknis asal Korea. “Ada (WNA), tapi sifatnya terbatas, paling sebulan. Mereka hanya juru teknis untuk pemasangan listrik, dari Korea,” tuturnya.
Perusahaan juga mengklaim bahwa semua perizinan sudah selesai di bawah bendera PT Dharma Perkasa sebagai induk perusahaan. “Perizinan sudah selesai dari PT Dharma Perkasa kan (induknya),” imbuh dia. Saat ini, fokus di lapangan masih pada pembenahan akses jalan dan mobilisasi logistik.
Di pihak kecamatan, Camat Simpenan, Supendi, menyatakan belum menerima laporan resmi terkait aktivitas tersebut. “Saya belum mengetahui, nanti saya cek ke Satpol PP buat mengecek ya. Kami belum mendapat informasi itu,” ujar Supendi singkat.
Supendi berjanji akan segera mengirim personel untuk melakukan kroscek ke lokasi. Sementara itu, PT Golden Territory Mining menegaskan bahwa kegiatan ini akan menjadi wadah bagi tambang rakyat agar lebih terarah secara legal. Dengan demikian, perusahaan berharap dapat memajukan ekonomi masyarakat setempat melalui pengelolaan hasil bumi yang terstruktur.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
