Alchemist Denmark Tampilkan Pani Puri Caviar 2 Bintang
Gambar atau konten salah?
Alchemist, restoran dua bintang Michelin di Denmark, memamerkan versi mewah dari pani puri, jajanan kaki lima India yang biasanya terbuat dari kentang, kacang, dan air rempah pedas. Di sini, pani puri disajikan dengan topping kaviar, menambah sentuhan eksklusif pada hidangan yang biasa dianggap tidak higienis.
Video ASMR yang diposting oleh seorang food vlogger menampilkan pengalaman makan selama 7,5 jam di Alchemist. Dalam rekaman tersebut, terlihat tiga hidangan pembuka di antara delapan *welcome snacks* yang disajikan di awal sesi. Menu yang paling mencuri perhatian adalah Smoky Ball, bola renyah berisi smoked flavour, dihiasi sturgeon caviar, tartare langoustine, dan krim almond.
Netizen segera membandingkan Smoky Ball dengan pani puri tradisional. Salah satu komentar menyatakan, “Pani puri Michelin star,” sementara yang lain menambahkan, “Kita sudah punya caviar pani puri sebelum GTA 6.” Ada juga komentar yang menyoroti harga pani puri di India, “Di India, makanan seperti ini harganya cuma sekitar Rp 8.000.”
Selain Smoky Ball, vlogger juga mencoba koktail unik berbentuk bunga marguerite, bunga nasional Denmark. Minuman ini terinspirasi dari tangerine pisco sour, menawarkan rasa segar manis-asam sebelum menu utama. Selanjutnya, ada camilan bernama Sunburnt Bikini, reinterpretasi modern sandwich ham dan keju khas Barcelona. Hidangan ini dibuat dari adonan mochi beku berbentuk bulat, diisi ham premium Joselito Iberian dan lelehan keju Gruyere.
Video pengalaman makan di Alchemist menjadi viral, memicu perdebatan di media sosial. Beberapa orang penasaran dengan rasa pani puri kaviar, sementara yang lain berpendapat bahwa street food khas India sebaiknya tetap dinikmati dalam versi aslinya.
Alchemist, dengan dua bintang Michelin, menunjukkan bagaimana sebuah restoran kelas atas dapat mengangkat hidangan sederhana menjadi pengalaman gastronomi mewah. Namun, reaksi netizen menyoroti perbedaan antara keaslian dan inovasi, serta perbedaan harga antara versi lokal dan internasional. Meskipun demikian, video tersebut berhasil menampilkan bagaimana makanan tradisional dapat dipresentasikan dalam konteks kuliner premium, memicu diskusi tentang nilai dan identitas makanan di era global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
