Anak 8 Tahun Tertinggal di Klaten Ditemukan di Polsek
Gambar atau konten salah?
FAK (8), seorang bocah laki‑laki asal Teluk Ulin, Seruyan, Kalimantan Tengah, ditemukan di Polsek Manisrenggo, Klaten. Ia adalah murid kelas dua SDN 1 Teluk Ulin yang tertinggal setelah rombongan pulang dari makan di warung bakso.
Kapolsek Manisrenggo, AKP Fajar Damhudi, menjelaskan kejadian pada pukul 15.30 WIB. Ia menyebutkan bahwa mobil rombongan berisi 10 orang dan mereka berkegiatan berenang sebelum mampir di warung bakso Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo. “Mobil rombongan berisi 10 orang, katanya dari berenang. Setelah berenang mampir di warung bakso Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo,” kata Fajar.
Setelah makan, FAK meminta izin ke toilet bersama orang tuanya. Namun ketika ia selesai, rombongan sudah tidak ada. Ia menunggu di warung selama satu jam, namun orang tuanya tidak datang. Pemilik warung kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Manisrenggo.
Di Polsek, petugas menanyakan alamat, nama orang tua, dan sekolah. FAK mengaku berada di kelas dua SDN Terawan Teluk Ulin, Kalimantan, dan sedang mudik menemui neneknya di Klaten. Petugas menyebarkan informasi ke grup relawan, sektor pemerintah desa, dan jajaran Polsek.
Selama menunggu, petugas mencoba mengantar FAK menelusuri jalan yang dikenalnya, namun ia tampak bingung. Akhirnya mereka kembali ke Polsek. Setelah menunggu satu jam, keluarga FAK datang. “Iya nangis terus di Polsek tapi kita bujuk suruh tenang nanti ortunya pasti jemput,” ujar Fajar.
Kapolsek Prambanan, AKP Nyoto, menyatakan bahwa informasi tentang anak yang tertinggal telah disebarkan ke jajaran Polsek lain dan dilanjutkan ke Bhabinkamtibmas. Ia menegaskan, “Informasi terakhir sudah ditemukan keluarganya,” katanya.
Dengan koordinasi antara polisi, relawan, dan pemerintah desa, FAK akhirnya berhasil dipulangkan ke rumah neneknya di Desa Joton, Kecamatan Jogonalan. Kejadian ini menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menangani kasus kehilangan anak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
