Andri Quik‑quik Jadi Koordinator Suporter LavAni Transmedia
Gambar atau konten salah?
Andri Quik‑quik (53) telah ditunjuk langsung oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memimpin suporter LavAni Transmedia. Peran ini meliputi penataan tempat duduk, distribusi balon, dan pelatihan yel‑yel bagi para suporter yang datang dari berbagai penjuru.
Andri Quik‑quik menjelaskan: “Leader, pimpinan suporter di suatu pertandingan. Kebetulan saya ditunjuk oleh Bapak SBY untuk mengkoordinir atau mengkoordinir suporter LaVani dari datang, tempat duduknya yang disiapkan, pembagian balon serta diajarkan yel‑yel nyanyinya,” kata ia di GOR Samapta Magelang, Sabtu (16 Mei 2026).
Ia menambahkan: “Yang kedua, kita menyanyikan lagu‑lagu yang happy‑happy aja. Yang penting tidak rasis, tidak memancing lagu‑lagu yang bikin keruh. Yang penting saya ajar‑ajarakan lagu‑lagu yang biasa untuk menyemangati pemain aja,” sambungnya.
Berikut contoh yel‑yel yang dia ajarkan: “Lagunya, LavAni siapa yang punya… LavAni siapa yang punya… LavAni siapa yang punya… Yang punya kita semua,” ujarnya.
Dalam persiapan final, Andri Quik‑quik juga mengatur balon: “Kami datang lagi, untuk tim LaVani, kami datang lagi, untuk kemenangan di antaranya itu. Yel‑yel, tiap dapat poin kita kasih semangat go LaVani pakai balon (ditepuk‑tepuk tiga kali),” lanjutnya. Ia menegaskan bahwa pada semifinal sebelumnya disediakan 300 pasang balon, dan pada final nanti akan ada 400 balon.
Ia menekankan pentingnya tidak mengganggu penonton yang sudah ada: “Sebenarnya penonton (suporter) kita banyak, cuma kita tidak mau menggeser penonton yang sudah ada di sana (dalam GOR). Yang penting LavAni tetap eksis biarpun penonton di situ nikmati pertandingan,” tuturnya.
Sejak hari pertama (Rabu, 13 Mei), Andri Quik‑quik telah memimpin suporter, termasuk saat final four Proliga. Ia mengakui tantangan koordinasi: “Betul, seputar Magelang (suporternya). Untuk mengkoordinator ini yang jadi masalah hari ini penonton ini, saya ajarin lagu‑lagu. Besoknya lain lagi beda lagi (yang datang). Akhirnya kami tetap mengajari, tapi Alhamdulillah dengan lagu‑lagunya pendek,” ujarnya.
Ia menutup dengan harapan: “Dan dapat dicermati dan dapat ditangkap (dicerna) oleh penonton mengikuti,” pungkasnya.
Dengan pendekatan sederhana dan koordinasi yang terstruktur, Andri Quik‑quik membantu suporter LavAni Transmedia tetap terorganisir dan mendukung tim tanpa mengganggu penonton yang sudah ada.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Semarang Siapkan Tiga Skema Atasi Sampah, Target 2027.
Penghayat Rayakan Hari Kepercayaan dengan Kirab Obor
Fasilitas Kalah Saing, SD Negeri di Semarang Sepi Murid
ABK Rembang Tewas Tertimpa Tali Selambar Putus
Camat Boyolali Dipecat Sementara Usai Kirim Video Porno
Proyek Rp990 Juta di RSUD Cagar Budaya Pati Mangkrak
Berita Terbaru
Arkeolog Temukan Bangunan Diduga Tempat Tabut Perjanjian
Manchester United Resmi Rekrut Andrey Santos Rp1,21 Triliun
Jalur Baru Lingkar Barat Badung Tembus ke Unud
Siswa MAN 1 Medan raih emas, ubah limbah MBG jadi bata
Foto Kajari dan Dandim Nganjuk Dipakai Penipu
Haaland Dukung Inggris di Piala Dunia 2026
Meta Hapus Fitur AI Ubah Foto Instagram Tanpa Izin
Menteri ESDM Buka Suara Soal Harga Solar Nelayan Rp15 Ribu
Kapolres Bangka Barat Pamit, Helen Simanjuntak Gantikan
