Anggur Sweet Sapphire: Manis, Tanpa Biji, Nutrisi Tinggi
Gambar atau konten salah?
Di Indonesia, anggur biasanya dikenal dengan bentuk bulat dan ukuran kecil sampai sedang. Namun, ada varietas yang berbeda, yaitu Anggur Sweet Sapphire. Bentuknya panjang, hampir menyerupai jari monster, dan ukurannya cukup besar.
Anggur merupakan buah favorit di Indonesia. Rasanya manis, kadang sedikit asam, dan mengandung banyak nutrisi. Varian yang paling sering ditemui adalah anggur merah dan hijau. Baru-baru ini, varian Shine Muscat juga menjadi incaran karena daging buahnya juicy dan tanpa biji.
Sweet Sapphire tidak kalah menarik. Bentuknya lonjong, sekitar 3 cm panjang, dan kulitnya tipis berwarna ungu gelap. Daging buahnya padat, hampir transparan dengan nuansa hijau. Yang paling mencolok, buah ini tanpa biji. Rasa manisnya sangat tinggi, bahkan lebih manis daripada varietas anggur lainnya. Teksturnya renyah dan segar, membuatnya cocok dimakan langsung.
Sejarah Sweet Sapphire bermula dari International Fruit Genetics (IFG), perusahaan yang terkenal menciptakan banyak varietas anggur baru. IFG menjelaskan bahwa proses pembuatannya tidak menggunakan rekayasa genetika. Sebagai gantinya, mereka memakai metode tradisional: penyerbukan silang. Untuk mempercepat perkembangan, mereka juga menggunakan teknologi canggih, seperti penyelamatan embrio di laboratorium. IFG memiliki lebih dari 80 kebun anggur dan ladang uji coba. Setiap tahun, mereka mengebiri lebih dari satu juta bunga dan menyerbuki dengan sifat genetik tertentu.
Dalam hal nutrisi, Sweet Sapphire unggul. Menurut data dari MBG.com, buah ini mengandung vitamin A, C, K, potasium, dan serat. Kandungan antioksidannya dua kali lebih banyak dibandingkan anggur hijau, sehingga dapat melindungi sel kulit. Vitamin K-nya baik untuk sistem imun, dan seratnya mendukung kesehatan pencernaan. Kandungan gula alami memberikan energi bagi tubuh. Secara keseluruhan, Sweet Sapphire dikatakan memiliki nutrisi 7 kali lebih banyak dibandingkan anggur biasa.
IFG telah melisensikan Sweet Sapphire agar petani di seluruh dunia dapat menanamnya. Kebanyakan tanaman ini dibudidayakan di Amerika Selatan, khususnya Chile, serta di Meksiko dan California. Ada juga kebun di Timur Tengah. Tanaman ini menyukai iklim hangat dan tanah subur. Petani biasanya menanamnya di kebun yang luas, menggunakan teknik penyerbukan silang dan perawatan rutin.
Berbagai cara konsumsi Sweet Sapphire sudah ada. Anda bisa memakannya langsung sebagai camilan sehat, menambahkannya ke salad, atau mengolahnya menjadi selai. Karena rasanya manis, buah ini cocok untuk hidangan manis maupun gurih. Beberapa petani bahkan mencoba membuat minuman segar dengan mengekstrak jus dari buah ini.
Walaupun Sweet Sapphire belum sepopuler varietas lain, ia menawarkan kombinasi unik antara rasa, nutrisi, dan keunikan bentuk. Jika Anda mencari buah yang berbeda, coba cari Sweet Sapphire di pasar atau kebun anggur. Dengan manfaat kesehatan dan rasa yang menarik, varietas ini bisa menjadi tambahan menarik bagi koleksi buah Anda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026