Anjing Liar Berpatroli di Dusun Cimanggu, Damkar Tanggapi
Gambar atau konten salah?
Anjing liar berkeliaran di permukiman warga Dusun Cimanggu, Desa Cisaga, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis membuat penduduk merasa tidak tenang. Hewan tersebut sering mengejar siapa saja yang lewat, khususnya anak-anak.
Kabar bahwa seorang bocah berusia 9 tahun di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, meninggal dunia setelah diserang kawanan anjing pemburu beberapa waktu lalu menambah kekhawatiran warga. Mereka takut kejadian serupa terjadi di lingkungan mereka.
Untuk mencegah hal itu, warga meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos WMK Rancah. Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, mengkonfirmasi adanya laporan warga mengenai anjing liar yang meresahkan aktivitas masyarakat di permukiman tersebut.
“Warga merasa khawatir karena anjing tersebut sering mengejar siapa saja yang melintas, terutama anak-anak. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, ketua RW setempat kemudian melapor kepada petugas Damkar,” ujar Budi, Selasa (09 Juni 2026) kepada detikJabar.
Laporan tersebut diterima petugas pada Senin (08 Juni 2026) sekitar pukul 18.50 WIB dari Ketua RW setempat bernama Yadi (65). Setelah menerima laporan, petugas Pos WMK Rancah langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Menurut Budi, anjing liar itu sudah berkeliaran di kawasan permukiman selama sekitar satu pekan terakhir dan membuat masyarakat tidak nyaman saat beraktivitas.
Petugas merespons laporan dan melakukan evakuasi di lokasi. Proses penanganan berlangsung cukup lama karena petugas harus memastikan situasi aman.
Setelah beberapa jam penanganan, anjing liar tersebut akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 21.15 WIB dalam kondisi aman.
Evakuasi berjalan lancar dan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini. Setelah berhasil diamankan, anjing tersebut kemudian dibawa oleh pemburu.
Keberadaan anjing liar ini menyoroti pentingnya koordinasi cepat antara warga dan petugas keamanan. Situasi di Ciamis menunjukkan bahwa tindakan preventif dan respons cepat dapat mencegah potensi bahaya bagi masyarakat, terutama anak-anak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
