Api Dharma Waisak di Mrapen Dipindahkan ke Candi Mendut

Ayu W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Api Dharma Waisak di Mrapen Dipindahkan ke Candi Mendut

Gambar atau konten salah?

Api Dharma Waisak telah diambil di situs Api Abadi Mrapen yang terletak di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Acara dimulai pukul 10.00 WIB dengan penyalaan api pancawarna dan ritual yang dihadiri oleh delapan sangha.

Setelah penyalaan, para bikkhu berjalan menuju titik pengambilan api. Api diambil pada pukul 12.01 WIB, dimuat ke dalam mobil, lalu berangkat menuju Candi Mendut di Magelang.

Gunawan, Sekjen Walubi Jawa Tengah, menjelaskan prosedur. Ia berkata, “Prosesnya pertama-pertama akan diawali dengan sembahyang dari tiap majelis. Jadi, kalau ada delapan majelis ada delapan ritual. Sesudah itu ritual dilakukan baru kita melakukan acara untuk pengambilan api,” kepada wartawan di lokasi pada Jumat, 29 Mei 2026.

Gunawan menambahkan bahwa api yang telah diambil akan dibawa ke Candi Mendut. Ia menyatakan, “Setelah pengambilan api, api akan ditaruh ke mobil yang membawa api ini untuk dibawa ke Candi Mendut. Di Candi Mendut nanti sudah ada tim dari pihak panitia yang akan menerima dan disemayamkan langsung di dekat Candi Mendut,”.

Ia juga menjelaskan makna simbolik api. “Makna api itu bagi kami umat Buddha itu sebagai penerang di kegelapan. Jadi, sebagai pegangan buat kita bahwa dalam belajar Dharma umat Buddha itu harus bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pemikiran dan aktivitas yang diambil harus memberikan manfaat bagi sesama.

Gunawan mengumumkan prosesi selanjutnya: pengambilan air suci di Umbul Jumprit Temanggung. Ia berkata, “Kemudian besok di tanggal 30 kita akan gantian ke Jumprit untuk mengambil air suci Jumprit. Kemudian disemayamkan lagi, di Mendut,”.

Ia melanjutkan, “Kemudian di tanggal 31 pagi pas hari Waisaknya itu api suci ini dan air dari Jumprit akan diarak untuk ke Borobudur, dan di sana kita semua akan merayakan Waisak dengan puncaknya di jam 15.44 WIB, detik-detik Waisaknya,”.

Dengan rangkaian prosesi ini, api dan air suci akan disemayamkan di Candi Mendut, kemudian ke Candi Borobudur pada hari Waisak. Gunawan menekankan bahwa api sebagai penerang di kegelapan membantu umat Buddha membedakan kebenaran dan kesalahan, serta memberi manfaat bagi sesama. Proses ini menegaskan komitmen komunitas Buddha di Jawa Tengah untuk menjaga tradisi dan spiritualitas.

Api Dharma WaisakCandi MendutCandi BorobudurGunawan Sekjen WalubiUmbul JumpritRitual BuddhaJawa Tengah

Komentar

Memuat komentar...